IHSG Diprediksi Lanjutkan Penguatan Awal September Ini, Tiga Saham Dipimpin WIFI Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (1/9/2026), berpeluang lanjutkan penguatan dengan rentang pergerakan 6.500-6.550. Tiga saham WIFI, ESSA, dan DSNG direkomendasikan beli.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa IHSG berpeluang melanjutkan penguatan untuk menguji resistance 6.550. Secara teknikal, IHSG masih mempertahankan struktur bullish dan bergerak di atas MA20 di 6.397. Jika mampu breakout dan bertahan di atas 6.550, peluang penguatan lanjutan semakin terbuka.
Baca Juga
KAI Setop Operasional Stasiun Karet Besok, 'Travelator' Rampung 70 Hari
“Pergerakan indeks akan dipengaruhi sentiment rilis data inflasi Agustus dengan konsensus 3,13% YoY, core inflation 2,80%, PMI manufaktur 50,5, serta neraca perdagangan Juli yang diperkirakan defisit US$ 600 juta. Data tersebut akan menjadi perhatian untuk melihat kondisi ekonomi domestik dan ruang kebijakan BI ke depan,” tulisnya.
Laju indeks juga akan terdorong sentimen penurunan pasar saham Wall Street setelah Dow Jones melemah 0,70%. Begitu juga dengan S&P500 melemah 0,33% dan Nasdaq turun 0,12%. Adapun harga minyak kembali nak dan sebaliknya emas turun.
Di tengah peluang pergerakan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham WIFI dengan target harga Rp 2.140-2.260, ESSA dengan target harga Rp 675-710, dan DSNG dengan target harga Rp 1.630-1.670.
Baca Juga
25 Tahun Gagal, Indonesia Kini Punya Peluang Masuk Dewan Penerbangan Sipil Global ICAO
Kemarin, IHSG ditutup naik tipis 7,36 poin (0,11%) menjadi 6.525 disertai disertai dengan net sell jumbo dengan penyumbang terbesar saham CPIN senilai Rp 681,85 miliar, EMAS mencapai Rp 189,36 miliar, dan BUKA mencapai Rp 129,43 miliar. Kenaikan indeks ditopang penguatan sejumlah sektor saham, seperti sektor industri 1,46%, sektor energi 1,12%, sektor infrastruktur 0,64%, sektor keuangan 0,67%, sektor transportasi 0,47%, konsumer non primer 0,29%, dan sektor konsumer primer 0,21%.
Pembalikan arah indeks menjadi positif juga didukung kenaikan saham big cap, seperti GGRM naik 6,53%, EMAS naik 3,23%, AADI menguat 5,87%, BSSR naik 4,19%, hingga JSMR menguat 4,59%.
Sedangkan saham dengan penguatan harga paling pesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu KOTA naik 34,16% menjadi Rp 216, ASLI naik 25% menjadi Rp 310, BSIM menguat 24,82% menjadi Rp 880, FORU naik 24,62% menjadi Rp 2.480, dan KICI menguat 24,37% menjadi Rp 296. Meski tak ARA, saham SRSN melambung 31,08% menjadi Rp 97 dan LIFE naik 17,46% menjadi Rp 9.925.
