IHSG Diprediksi Lanjutkan Rebound Hari Ini , Tiga Saham Dipimpin RATU Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (10/6/2026), diprediksi lanjutkan rebound kisaran 5.630-5.850 dalam jangka pendek. Tiga saham ini, RATU, BMRI, dan HRTA, direkomendasikan beli.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa secara teknikal, IHSG berpotensi melanjutkan fase rebound dalam jangka pendek dengan support di 5.630 dan resistance di 5.850. Posisi indeks yang sebelumnya berada pada kondisi oversold setelah koreksi tajam berhari-hari masih membuka ruang penguatan lanjutan, terutama apabila stabilisasi rupiah dan perbaikan sentimen domestik terus berlanjut.
Baca Juga
Harga Minyak Turun, Menteri Energi AS Sebut Lalu Lintas Kapal Lewat Hormuz Meningkat
Terkait lompatan indeks kemarin, BRI Danareksa Sekuritas mengungkap, dipicu oleh keputusan Bank Indonesia yang secara tak terduga menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,50%, sehingga rupiah terapresiasi dan memperbaiki sentimen pasar. Selain itu, wacana dukungan likuiditas melalui buyback saham BUMN turut meningkatkan minat beli investor.
Laju indeks hari ini juga bakal ditopang penguatan Dow Jones sebanyak 0,17%. Sebaliknya Nasdaq dan S&P500 ditutup melemah masing-masing 0,26% dan 0,97%. Laju indeks juga akan dipengaruhi berlanjunya penurunan harga minyak dunia ke level di bawah US$ 90 per barel.
Terkait saham pilihan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham RATU dengan target harga Rp 4.810-5.500, BMRI dengan target harga Rp 4.150-4.220, dan HRTA dengan target harga Rp 2.170-2.230. Sebaliknya saham DPUM direkomendasikan jual.
Kemarin, IHSG ditutup melambung sebanyak 404 poin (7,57%) ke 5.722 disertai dengan pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 2,44 triliun. Net sell terbanyak melanda saham BBCA senilai Rp 490,46 miliar, BBRI sebanyak Rp 476,87 miliar, dan BMRI senilai Rp 267,76 miliar.
Baca Juga
IHSG Melejit 7%, Berpotensi Lanjut Menguat Menuju Level 6.000
Kenaikan ini dipicu lompatan seluruh sektor saham, seperti sektor energi dan material dasar menguat lebih dari 9%. Sektor industry menguat 8,55%, sektor keuangan naik 7,13%, sektor infrastruktur naik 7,37%, dan kenaikan terendah dicatatkan sektor property 2,36%.
Penguatan tersebut ditopang lompatan seluruh sektor saham, seperti seluruh saham emiten Prajogo Pangestu, yaitu TPIA, BRPT, CUAN, BREN, CDIA, dan PTRO melesat. Kenaikan pesat juga melanda saham big bank, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.
Beberapa saham cetak kenaikan pesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham BABY menguat 34,62% menjadi Rp 140, AHAP naik 34,48% menjadi Rp 78, CTTH naik 34,38% menjadi Rp 129, SGRO naik 25% menjadi Rp 2.800, dan TRIN naik 25% menjadi Rp 430.

