Bagikan

IHSG Diprediksi Lanjut Rebound Hari Ini, Tiga Saham Dipimpin BUVA Layak Dilirik

JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (9/4/2026), diprediksi lanjutkan penguatan dalam rentang 7.200-7.310. Tiga saham ini, BUVA, RAJA, dan OASA, direkomendasikan beli.

BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa lompatan indeks saham dunia kemarin didukung sentimen positif global gencatan senjata AS–Iran yang menurunkan tensi geopolitik. Sentimen ini menekan harga minyak hingga turun tajam dengan WTI turun ke kisaran US$ 95 per barel dan Brent ke US$ 94 per barel.

Baca Juga

Prabowo Pertahankan Subsidi BBM demi 80% Rakyat Kecil: Orang Kaya Bayar Harga Pasar

Penguatan indeks dalam negeri juga didukung keputusan FTSE Russell mempertahankan status Indonesia sebagai secondary emerging market. “Secara teknikal, IHSG masih berpotensi melanjutkan kenaikan secara terbatas dengan support di level 7.200 dan resistance di 7.300, namun pergerakan ini masih dikategorikan sebagai technical rebound di tengah ketidakpastian global,” tulisnya.

Laju indeks juga akan dipengaruhi lompatan bursa saham Wall Street semalam, yaitu Dow Jones melesat 2,85%. Begitu juga dengan S&P500 menguat 2,51% dan Nasdaq naik sebanyak 2,80%.

Adapun saham pilhan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham BUVA dengan target harga Rp 1.265-1.320, RAJA dengan target harga Rp 4.390-4.510, dan OASA dengan target harga Rp 322-358.

Kemarin, IHSG ditutup melesat sebanyak 308 poin (4,42%) menjadi 7.279 disertai dengan pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 632,87 miliar oleh investor asing. Net buy terbanyak disumbangkan BBNI sebanyak Rp 142,80 miliar, AADI mencapai Rp 142,54 miliar, dan BRMS senilai Rp 96,09 miliar.

Baca Juga

Serangan Besar-besaran Israel ke Lebanon Picu Krisis Baru di Tengah Gencatan Senjata AS-Iran

Kenaikan IHSG tersebut sejalan dengan penguatan signifikan seluruh indeks pasar saham Asia setelah gencatan senjata AS-Iran selama dua minggu disepakati. Gencatan senjata juga disertai dengan pembukaan selat Hormuz yang langsung direspons penurunan drastic harga minya dunia hari ini.

Kenaikan pesat tersebut sejalan dengan lompatan harga seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar melambung 8,79%, sektor infrastruktur 6,27%, sektor industry 6,06%, sektor consumer primer 4,39%, sektor teknologi 4,19%, dan sektor keuangan 2,63%.

Lompatan indeks tersebut juga ditopang penguatan harga saham emiten big cap, seperti BBCA, BREN, BBRI, BYAN, AMMN, DSSA, TPIA, BMRI, hingga BRPT. Lompatan juga melanda saham ASII, BBNI, EMAS, dan sejumlah saham kapitalisasi pasar bernilai jumbo lainnya.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024