IHSG Diprediksi Lanjut Melemah, Tiga Saham Dipimpin PSAB Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (16/3/2026), diproyeksikan berpotensi melanjutkan pelemahan dengan rentang pergerakan 7.100-7.200. Tiga saham pilihan hari ini adlaah INDY, BUKA, dan PSAB.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa secara teknikal, IHSG masih bergerak dalam struktur tren bearish setelah menembus area support 7.200 dan membentuk lower low. Pola ini membukan peluang IHSG dalam jangka pendek melanjutkan pelemahan menuju area psikologis 7.100 hingga 7.000.
Baca Juga
Reasuransi Dunia Naikkan Premi untuk Kapal yang Melintas Selat Hormuz
“Peluang pelemahan juga didukung peningkatan sikap wait and see dari investor menjelang periode libur panjang Nyepi dan Idul Fitri, di tengah ketidakpastian sentimen global,” tulisnya.
Laju indeks juga akan dipengaruhi berlanjurnya pelemahan pasar saham dunia, seperti Wall Street yang kembali torehkan pelemahan. Pelemahan tersebut dipicu situasi perang AS dan Israel dengan Iran masih berlanjut serta belum ada tanda berakhir.
Di tengah peluang pergerakan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas masih mempertahankan rekomendasi beli saham PSAB dengan target harga Rp 520-540, INDY dengan target harga Rp 3.800-3.990, dan BUKA dengan target harga Rp 141-146.
Pekan lalu, IHSG mencatatkan penurunan sebanyak 448,47 poin (5,91%) ke terendah baru tahun 2026 level 7.137,21. Berlanjutnya pelemahan tersebut menjadikan total penurunan IHSG sepanjang 2026 berjalan telah mencapai 17,46%.
Baca Juga
Israel Rencanakan Operasi Militer di Iran Tiga Minggu Lagi, Trump Belum Siap Berdamai
Penurunan tersebut lanjutkan pelemahan siginifikat atas IHSG sebanyak 649,79 poin (7,89%) menjadi 7.585,68 pada pekan sebelumnya. Penurunan beruntun tersebut menjadikan pelemahan indeks saham BEI yang paling dalam di dunia sepanjang year to date (ytd) dengan persentase pelemahan 17,46%.
Pemberat utama indeks pekan ini datang dari kejatuhan saham big cap, seperti BREN yang anjlok 18,45%, AMMN turun 19,18%, DSSA melemah sebanyak 11,24%, BBRI turun 4,36%, dan TLKM anjlok lebih dari 6,9% pekan ini.
Selain mencatatkan penurunan dalam, pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham pekan ini mencapai Rp 1,56 triliun. Aksi asing ini berbanding terbalik dengan pekan sebelumnya dengan pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 2,22 triliun.

