IHSG Sesi I Ditutup Stagnan Level 6.517, Saham SRSN hingga BALI Melesat
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (31/8/2026), ditutup stagnan 6.517 dengan nilai transaksi Rp 7,96 triliun. Pergerakan stagnan tersebut berbanding terbalik dengan pasar saham Asia yang cenderung melemah.
Pergerakan indeks dipengaruhi atas penurunan sejumlah sektor saham, seperti material dasar melemah 1,33%, kesehatan 1,33%, konsumer non primer 0,12%, dan teknologi 0,19%. Sebaliknya penguatan pesat dengan kenaikan lebih dari 1% melanda saham sektor infrastruktur, industri, transportasi.
Baca Juga
9 Kabar Baik Indonesia di Agustus 2026, dari Swasembada Pangan hingga Energi Hijau
Sedangkan beberapa saham dengan penguatan harga paling pesat sesi I ini, yaitu SRSN menguat 29,73% menjadi Rp 96, KOTA melambung 25,47% menjadi Rp 202, BALI naik 25% menjadi Rp 1.575, BSIM naik 24,82% menjadi Rp 880, dan KICI naik 24,37% menjadi Rp 296.
Akhir pekan lalu,IHSG ditutup melemah tipis sebanyak 3,63 poin (0,06%) menjadi 6.518 disertai dengan investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 482,24 miliar. Net sell terbanyak melanda ssaham DSSA senilai Rp 166,51 miliar, GOTO mencapai Rp 96,56 miliar, dan BUMI senilai Rp 81,53 miliar.
Baca Juga
Penurunan IHSG dipicu atas pelemahan mayoritas sektor saham, yaitu industri 1,41%, energi 0,65%, material dasar 0,42%, konsumer non primer 0,36%, infrastruktur 0,64%, teknologi 0,58%, dan kesehatan 0,71%. Sebaliknya penguatan melanda saham konsumer primer 0,52%, keuangan 0,67%, dan transportasi 0,44%.
Meski IHSG ditutup melemah tipis, sejumlah saham ini justru berhasil torehkan pengutan hingga auto reject atas (ARA), yaitu LABA naik 34,38% menjadi Rp 129, SSTM menguat 25% menjadi Rp 480, dan BIKE menguat 24,52% menjadi Rp 965. Meski tak ARA, saham BAPA melesat 19,18% menjadi Rp 174 dan PYFA menguat 15,04% menjadi Rp 260.
