IHSG Bisa Uji Support 6.390 Usai Kenaikan Suku Bunga The Fed, Saham Pilihan INCO hingga SRSN
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (17/9/2026), berpotensi melanjutkan pengujian support 6.390 setelah mengalami penurunan beruntun dalam tiga hari terakhir. Adapun tiga saham pilihan hari ini adalah INCO, BRMS, dan SRSN.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa pergerakan indeks dipengaruhi keputusan The Fed menaikkan Fed Funds Rate 25 bps menjadi 3,75–4,00% secara unanimous, sesuai ekspektasi pasar. Namun, proyeksi pejabat The Fed masih menunjukkan potensi pengetatan lanjutan, sementara Ketua Fed menegaskan inflasi masih terlalu tinggi dan belum menunjukkan perbaikan yang cukup berarti.
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi perhatian pemodal terhadap nilai tukar Rupiah setelah kenaikan The Fed. Pemodal juga akan mematau dampaknya terhadap foreign flow, ruang kebijakan BI, sekaligus implementasi kebijakan awal Menteri Keuangan Suahasil Nazara, hingga fluktuasi harga minyak.
Baca Juga
The Fed Kerek Bunga ke 3,75%-4%, Masih Terbuka Kenaikan Lagi Tahun Ini
“Secara teknikal, IHSG masih berada dalam tekanan setelah breakdown MA20 di 6.548 dan rising wedge, dengan MACD bearish crossover yang mengindikasikan momentum negatif masih dominan. Selama belum kembali di atas 6.585, IHSG berpotensi melanjutkan pengujian support 6.390 dengan 6.220 sebagai support berikutnya,” tulisnya.
Kenaikan The Fed picu kejatuhan Dow Jones sebanyak 1,21%. Penurunan juga melanda S&P500 sebanyak 0,45% dan Nasdaq turun tipis 0,012%. Adapun harga minyak mengalami penurunan hari ini disertai dengan penurunan harga emas.
Terkait saham pilihan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas rekomendasikan beli saham INCO dengan target harga Rp 4.930-5.000, BRMS dengan target harga Rp 750-790, dan SRSN dengan target harga Rp 4.050-4.350.
Baca Juga
Serius Berantas Korupsi, Prabowo: Pak Dadan Tim Sukses Saya, Saya Serahkan ke Kejaksaan
Kemarin, IHSG ditutup kembali jatuh sebanyak 24,30 poin (0,38%) menjadi 6.436 disertai dengan pemodal asing kembali melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 624,72 miliar. Net sell terbanyak disumbangkan saham BMRI senilai Rp 238,37 miliar, BUMI mencapai Rp 101,96 miliar, dan BBCA mencapai Rp 57,91 miliar.
Penurunan dipicu pelemahan sejumlah sektor saham, seperti konsumer primer 1,12%, teknologi 1,13%, infrastruktur 1,39%, property 0,78%,energi 0,62%, keuangan 0,42%, material dasar 0,27%, kesehatan 0,24%, dan transportasi 0,14%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor industry 0,91% dan konsumer non primer 0,11%,
Meski IHSG ditutup berbalik melemah, tiga saham berikut masih kokoh pertahankan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu MGNA naik 34,46% menjadi Rp 199, UANG naik 24,93% menjadi Rp 4.210, dan VISI naik 24,88% menjadi Rp 1.280.
