Saham COCO Disebut Menuju Rp 200? Rights Issue, Ekspansi, hingga Pemegang Saham Jadi Sorotan
JAKARTA, investortrust.id – Prospek kinerja keuangan PT Wahana Inti Makmur Tbk (COCO) diprediksi akan cenderung membaik ke depan, seiring dengan sejumlah strategi pertumbuhan yang disiapkan manajemen setelah perseroan berhasil menghimpun dana rights issue sebesar Rp 1,28 triliun.
Hal ini mendorong sejumlah pihak menargetkan saham COCO menuju level Rp 200 dalam waktu dekat atau berada di atas harga rights issue senilai Rp 120. Sebelumnya COCO telah menuntaskan rights issue pada 14–21 Juli 2026. Secara periode pencatatan, aksi korporasi tersebut masuk dalam laporan keuangan kuartal III 2026 per 30 September 2026.
Baca Juga
Win&Co Group (COCO) Perluas Ekspansi ke Thailand, Kantongi Kerja Sama Distribusi US$ 500 Ribu
Hampir seluruh dana rights issue mencapai Rp 1,17 triliun akan dimanfaatkan untuk membiayai akuisisi Momogi Group. Setelah pembayaran akuisisi dilakukan, dana tersebut akan berubah dari kas menjadi investasi atau aset hasil akuisisi. Dengan demikian, perbaikan pendapatan dan laba COCO mulai terlihat setelah akuisisi efektif atau setelah Momogi dikonsolidasikan.
Seorang sumber menyebutkan bahwa aksi korporasi ini membuat outlook COCO mulai membaik, apalagi setelah hampir seluruh dana rights issue dimanfaatkan untuk penguatan permodalan melalui pembiayaan akuisisi Momogi Group. Penguatan prospek juga didukung rencana manajemen penguatan pasar ekspor dengan akses ke Bibica Vietnam serta peningkatan pendapatan melalui jaringan distribusi Indonesia-Vietnam.
Baca Juga
IHSG Cenderung Mixed Hari Ini, Sebaliknya Saham HRUM hingga SRTG Layak Direkomendasi Beli
Selain itu, perseroan menargetkan efisiensi bahan baku, produksi, dan rantai pasok. Strategi tersebut menjadi bagian dari transformasi COCO menjadi platform FMCG regional. “Dengan masuknya dana rights issue dalam struktur keuangan, laporan keuangan September 2026 berpotensi mencerminkan penguatan kas dan ekuitas COCO. Adapun penguatan pendapatan dan laba bergantung pada efektivitas dikonsolidasikannya kinerja Momogi,” tulisnya.
Rumor harga saham COCO menuju Rp 200 juga didukung sejumlah factor kedekatan COCO dengan emiten lainnya. Di antaranya, kedekatan dengan PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) melalui jalur pemilik modal. Mahogany-COCO dan Rejuve-PYFA secara historis memiliki penerima manfaat akhir yang sama, yaitu Lee Ee Ling.
COCO juga memiliki sejumlah irisan dengan Grup Sinarmas, antara lain melalui pembiayaan Bank Sinarmas, lokasi kegiatan di Sinarmas Land Plaza, dan beberapa rekam jejak pengurus. Namun, belum terdapat bukti kepemilikan resmi yang cukup untuk menyebut COCO sebagai bagian dari Grup Sinarmas. COCO memiliki hubungan bisnis yang kuat Momogi-Bibica.
