Wahana Interfood (COCO) Ungkap Jadwal Rights Issue Jumbo 10,67 Miliar Saham, Dana untuk Akuisisi Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) akan menggalang dana jumbo melalui Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD III) atau rights issue III. Perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 10,67 miliar saham atau 75% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
Manajemen COCO dalam prospectus ringkas disebutkan bahwa rights issue diterbitkan dengan rasio 1:3. Perseroan juga akan menerbitkan waran sebanyak 1,18 miliar dengan rasio pelaksanaan 9:1. Namun harga pelaksanaan belum diungkap.
Baca Juga
Dana Rights Issue Masuk, Saham COCO Disebut Bersiap Menuju Rp 600
Investor yang Namanya tercatat dalam daftar pemegang saham COCO pada 8 Juli 2026 akan memiliki hak untuk HMETD dengan rasio 1:3. Adapun periode perdagangan HMETD COCO pada 10-17 Juli 2026.
Manajemen COCO mengungkap bahwa seluruh dana hasil PMHMETD III akan digunaukan untuk mendukung ekspansi bisnis. Sekitar 98,7% dana akan digunakan untuk ekspansi dan investasi, termasuk rencana pengambilalihan perusahaan di sektor produksi dan distribusi confectionery serta makanan ringan (snacks).
Sementara itu, sisa dana akan dialokasikan untuk modal kerja operasional, mencakup pembelian bahan baku dan kemasan, biaya riset dan pengembangan, pemasaran dan ekspansi pasar, jasa profesional seperti advisor dan konsultan, serta pelatihan tenaga kerja guna mendukung pengembangan bisnis.
Baca Juga
BEI Unsuspensi Saham YPAS dan BAPA Hari Ini, Lompatan Harga Berlanjut?
Dari sisi kinerja, COCO mencatat peningkatan rugi bersih tahun berjalan menjadi Rp 250,85 miliar pada 2025, dibandingkan Rp 52,56 miliar pada periode sebelumnya. Hal ini terjadi meskipun penjualan meningkat dari Rp 161,08 miliar menjadi Rp165,08 miliar.
Peningkatan rugi bersih tersebut dipicu oleh kenaikan beban pokok penjualan yang lebih tinggi dari pertumbuhan pendapatan, peningkatan beban umum dan administrasi, serta lonjakan beban operasi lain yang signifikan dari Rp 458 juta menjadi Rp 192,99 miliar.

