Heboh Rumor Haji Isam Beli 62% Saham Bayan (BYAN), Ini Kata Pengamat
JAKARTA, investortrust.id — Rumor pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam mengakuisisi sekitar 62% saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mulai menjadi perhatian. Pasalnya, angka tersebut mendekati total kepemilikan dua pemegang saham BYAN, yakni Low Tuck Kwong dan putrinya Elaine Low.
Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW) Iskandar Sitorus menyatakan, rumor tersebut belum dapat dipastikan sebagai transaksi yang bakal terjadi. Namun, angka sekitar 62% dinilai berkaitan dengan struktur kepemilikan pengendali dan affiliasi BYAN per 31 Maret 2026.
Baca Juga
Rumor Akuisisi Haji Isam, Bayan (BYAN): Pengendali Dapat Pertimbangkan Berbagai Kesempatan
Low Tuck Kwong tercatat memiliki 40,22% saham BYAN, sementara Elaine Low menguasai 22% saham. Jika digabungkan, kepemilikan keduanya mencapai 62,22% dari total 33,33 miliar saham BYAN. Sisanya, PT Sumber Suryadaya Prima kuasai 10% saham BYAN dan publik menggenggam 27,78% saham.
“Angka 62% dalam rumor sangat dekat dengan 62,22%, yaitu gabungan kepemilikan Low Tuck Kwong dan Elaine Low. Ini belum membuktikan adanya transaksi, tetapi secara analitis terlalu spesifik untuk diabaikan,” kata Iskandar dalam keterangannya, Selasa (18/8/2026).
Menurut Iskandar, terdapat sedikitnya tiga kemungkinan terkait rumor tersebut. Pertama, rumor tanpa negosiasi substantif. Kedua, penjajakan awal yang belum mengikat. Ketiga, negosiasi serius maupun dokumen transaksi yang belum diketahui publik.
Baca Juga
JARR, PGUN, hingga FAST Terbang karena Rumor Akuisisi BYAN, Investor Harus Bagaimana?
Oleh karenanya, publik dapat mencermati pergerakan harga dan volume perdagangan BYAN, keterbukaan informasi, laporan perubahan kepemilikan, hingga dokumen pengambilalihan. “IAW tidak mengatakan bahwa Haji Isam membeli BYAN. IAW juga tidak mengatakan Low Tuck Kwong atau Elaine Low menjual sahamnya. Belum ada dasar untuk menyatakan demikian,” tutur Iskandar.
Sementara itu, Corsec BYAN Jenny Quantero melalui keterangan resminya di BEI kemarin mengungkapkan bahwa Bayan (BYAN) juga menegaskan bahwa sampai dengan tanggal surat tersebut, Bayan Resources tidak mengetahui adanya rencana transaksi akuisisi sekitar 62,2% saham perseroan oleh Haji Isam atau pihak yang terafiliasi dengan Haji Isam. Perseroan juga tidak memiliki informasi mengenai pihak-pihak yang terlibat maupun struktur transaksi sebagaimana dimaksud dalam informasi yang beredar.
“Namun pemegang saham pengendali Bayan telah menyampaikan kepada kami bahwa dari waktu ke waktu, sebagai investor, mereka dapat saja mempertimbangkan berbagai kesempatan dan peluang untuk memaksimalkan investasinya di perseroan,” tulisnya.

