IHSG Sesi I Ditutup Rebound 0,56%, Pasar Respons Positif Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo
JAKARTA, investortrust.id – Indek harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Jumat (14/8/2026), ditutup berbalik naik 35,42 poin (0,56%) menjadi 6.337, bandingkan dengan perdagangan awal sesi bergerak di zona merah.
Kenaikan indeks tersebut ditopang penguatan mayoritas sektor saham, seperti material dasar 1,67%, consumer primer 1,17%, consumer non primer 1%, industry 0,79%, infrastruktur 1,45%, dan property 0,12%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor kesehatan dan keuangan.
Baca Juga
Kenaikan juga ditopang penguatan sejumlah saham big cap, seperti MDKA, AMMN, VKTR, INCO, hingga ITMG. Adapun saham dengan kenaikan harga pesat, yaitu saham YPAS naik 25% menjadi Rp 1.200, AGAR naik 24,90% menjadi Rp 1.605, SLIS menguat 21,59% menjadi Rp 107, PEHA menguat 18,94% menjadi Rp 314, dan INTD menguat 16,43% menjadi Rp 326.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 72,08 poin (1,13%) menjadi 6.301,77. Rentang pergerakan 6.281-6.390 dengan nilain transaksi Rp 12,25 triliun. Pemodal asing merealisasikan penjualan berih senilai Rp 1,39 triliun.
Penurunan dipicu kejatuhan seluruh sektor saham, terbesar sektor energi turun 2,32%, material dasar 2,93%, industry 2,30%, consumer primer 1,59%, teknologi 1,20%, consumer non primer 1,05%, dan infrastruktur 0,88%.
Baca Juga
Prabowo Sebut Realisasi Investasi Capai Rp 1.931 Triliun dan Buka 2,7 Juta Lapangan Kerja
Penurunan juga dipicu atas kejatuhan mayoritas saham big cap, seperti seluruh saham emiten Prajogo Pangestu, yaitu BREN, TPIA, BRPT, CUAN, CDIA, dan PTRO. Pelemahan juga dipicu atas pelemahan saham big cap, yaitu BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.
Meski IHSG turun tajam, beberapa saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), saham EKAD melesat 25% menjadi Rp 300, BABY naik 24,77% menjadi Rp 272, AGAR menguat 24,76% menjadi Rp 1.285, dan YPAS naik 24,68% menjadi Rp 960. Meski tak ARA, saham PBCA menguat 22,97% menjadi Rp 910.

