Pidato Kenegaraan Prabowo Buat IHSG Meroket, Bungkam Kritikus Pidato Presiden
JAKARTA, investortrust.id - Pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026) membuat indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) melambung.
Seusai Prabowo menyampaikan pidato kenegaraan pertama pada Sidang Tahunan MPR, perdagangan sesi I ditutup berbalik naik 35,42 poin (0,56%) menjadi 6.337 dibandingkan dengan perdagangan awal sesi bergerak di zona merah.
Baca Juga
Bahkan, seusai Prabowo menyampaikan keterangan pemerintah atas RAPBN 2027 pada Rapat Paripurna DPR yang merupakan pidato kenegaraan keduanya pada hari itu, IHSG ditutup melesat sebanyak 100,12 poin (1,59%) menjadi 6.401.
Tren positif IHSG itu terus berlanjut. Dalam lima hari terakhir perdagangan, IHSG menguat 3,8%. Tren positif IHSG ini membungkam pihak yang kerap mengkritik pidato Prabowo.
Juru bicara bidang ekonomi Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah Fithra Faisal Hastia mengatakan, banyak faktor yang memengaruhi pergerakan pasar. Namun, Fithra menilai pidato Prabowo disambut positif oleh investor.
"Tentu pasar dipengaruhi banyak faktor. Namun, waktunya menunjukkan pidato Presiden memberi dorongan kuat pada optimisme investor," kata Fithra dalam keterangannya, Jumat (20/8/2026).
Dikatakan, pidato Prabowo memberikan tiga kepastian kepada para pelaku pasar. Pertama, keuangan negara sehat. Pendapatan Semester I 2026 tumbuh 24%, defisit hanya 0,76% PDB, dan S&P mempertahankan peringkat Indonesia pada BBB dengan outlook stabil.
Kedua, akan segera ada mesin-mesin pertumbuhan baru. Renovasi 10.000 puskesmas dan seluruh sekolah, pembangunan atau revitalisasi 440 RSUD, PLTS 100 GW, satu juta motor listrik, optimalisasi aset BUMN bersama swasta, proyek Danantara, dan Indonesia Financial Center.
Ketiga, reformasi bursa. Peningkatan transparansi pemilik manfaat, batas minimum saham publik 15%, penyesuaian dengan standar MSCI, serta demutualisasi Bursa Efek Indonesia. Reformasi ini memperkuat tata kelola, likuiditas, dan kepercayaan investor global.
Baca Juga
IHSG Sesi I Ditutup Melesat 0,52%, Saham DSSA hingga BBRI Jadi Penopang Utama
Pemerintah juga menargetkan efisiensi pengadaan hingga 30% dan membangun bursa komoditas Indonesia.
"Pasar melihat APBN di bawah komando Presiden yang disiplin, kebijakan-kebijakan pendongkrak PDB yang konkret, serta harapan pasar modal yang semakin transparan serta kompetitif," katanya.

