ETF Emas Resmi Hadir di BEI, 5 Manajer Investasi Jadi Penerbit
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan lima manajer investasi menerbitkan ETF emas perdana Indonesia yang diluncurkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (10/8/2026).
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, kelima manajer investasi tersebut adalah PT Indo Premier Investment Management, PT Mandiri Manajemen Investasi, PT BRI Manajemen Investasi, PT Trimegah Asset Management, dan Syailendra Capital.
Baca Juga
BEI Luncurkan ETF Emas, Integrasikan Pasar Modal dan Ekosistem Bulion
“Saya mengucapkan terima kasih atas seluruh pihak yang terlibat pada penerbitan ETF emas ini. Ada lima manajer investasi penerbit yakni PT Indo Premier Investment Management, PT Mandiri Manajemen Investasi, PT BRI Manajemen Investasi, PT Trimegah Asset Management, dan Syailendra Capital,” kata Friderica dalam peluncuran ETF emas di Main Hall BEI, Jakarta, Senin (10/8/2026).
Menurut Friderica, penerbitan ETF emas menjadi momentum penting karena instrumen tersebut telah mendapatkan kesesuaian prinsip syariah berdasarkan fatwa Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).
Dengan demikian, ETF emas dinilai dapat memperluas akses masyarakat terhadap investasi emas melalui pasar modal. “Jadi ini bisa menjadi alternatif utama terutama buat ibu-ibu Pak Menko (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto) karena ibu-ibu itu suka emas ya, baik emas-emas yang bisa dipegang, emas-emas yang bisa digandeng maupun hari ini emas-emas yang tercatat di Bursa ETF Indonesia,” ujar Friderica.
Praktis dan Likuid
Friderica mengatakan peluncuran ETF emas merupakan momentum yang telah lama ditunggu. Instrumen tersebut dinilai menawarkan kepraktisan dan likuiditas karena diperdagangkan di BEI.
Selain itu, ETF emas dinilai dapat membuka akses investasi yang lebih inklusif bagi masyarakat. “Ini merupakan sesuatu kabar gembira yang sebetulnya sudah kita tunggu sejak lama,” imbuhnya.
Baca Juga
Friderica juga menilai emas memiliki karakteristik sebagai aset safe haven yang dapat menjadi pelindung ketika terjadi volatilitas di pasar. Dengan kehadiran ETF emas, pilihan investasi masyarakat semakin luas melalui instrumen yang tercatat di bursa.
Lebih lanjut, Friderica menggarisbawahi tiga hal yang menjadi pesan penting dari peluncuran ETF emas. Pertama, reformasi tata kelola dan transparansi diperlukan untuk memperkuat daya saing pasar modal Indonesia.
Kedua, fondasi ekonomi dan pasar modal Indonesia tetap kuat. Ketiga, ETF emas akan membuka akses investasi yang lebih inklusif bagi masyarakat. “Kemudian fondasi ekonomi dan pasar modal Indonesia tetap kuat dan, terakhir ETF emas akan membuka akses investasi yang lebih inklusif,” pungkasnya.
Sebagai informasi, BEI bersama self regulatory organization (SRO) resmi meluncurkan instrumen investasi ETF emas bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Pasar Modal Indonesia di Main Hall BEI, Jakarta, Senin (10/8/2026).

