BEI Targetkan ETF Emas Meluncur 10 Agustus 2026, Tujuh Manajer Investasi Siap
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan peluncuran produk exchange traded fund (ETF) berbasis emas pada 10 Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pasar Modal Indonesia.
Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi mengatakan, saat ini sudah ada sejumlah anggota bursa (AB), dengan jumlah di bawah 10, yang bersiap menerbitkan produk ETF emas. Ia berharap peluncuran produk tersebut dapat terlaksana sesuai rencana pada Agustus mendatang.
"Nanti, insyaAllah dilaunching di hari ulang tahun pasar modal, 10 Agustus 2026. Mudah-mudahan ya, doain," kata Iding saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Baca Juga
Sebelumnya, Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan regulasi untuk instrumen ETF berbasis emas telah diterbitkan dan juga telah memperoleh persetujuan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Saat ini, BEI mencatat sudah ada tujuh manajer investasi yang mengajukan permohonan perjanjian pendahuluan pencatatan ETF emas sebagai langkah awal menuju penerbitan produk tersebut.
"Untuk penerbitannya, saat ini ada tujuh manajer investasi yang telah menyampaikan permohonan perjanjian pendahuluan pencatatan ETF emas kepada Bursa Efek Indonesia," kata Jeffrey dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI yang digelar secara daring, Senin (29/6/2026).
Baca Juga
BEI: Dana Kelolaan Produk ESG Melonjak 145 Kali Lipat, Tembus Segini
Sejalan dengan itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi juga telah menyampaikan usulan pemberian insentif bagi produk baru di sektor jasa keuangan kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pertemuan keduanya pada Selasa (14/7/2026).
"Kita minta beberapa insentif untuk produk-produk baru di pasar sektor jasa keuangan seperti ETF emas," kata Friderica usai bertemu Airlangga di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa (14/7/2026).
Sebagai informasi, ETF emas merupakan instrumen investasi berbentuk reksa dana yang diperdagangkan di bursa efek dengan acuan aset dasar berupa emas. Melalui produk ini, investor dapat memperoleh eksposur terhadap pergerakan harga emas tanpa perlu membeli maupun menyimpan emas fisik secara langsung.
