Target Harga Saham TLKM Rp 3.500, BRI Danareksa Nilai Disiplin Capex Jaga Free Cash Flow
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mempertahankan panduan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun buku 2026 di kisaran 17-19% dari pendapatan. Kebijakan tersebut dinilai mampu menjaga arus kas bebas (free cash flow/FCF), sehingga BRI Danareksa Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi beli untuk saham TLKM dengan target harga Rp 3.500 per saham.
Dalam risetnya, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, dengan panduan capex tersebut, belanja modal TLKM pada 2026 diperkirakan mencapai Rp 28,5 triliun atau hanya meningkat sekitar Rp 1 triliun dibandingkan realisasi 2025. Kenaikan tersebut terutama berasal dari pembayaran awal spektrum sekitar Rp 1,2 triliun.
Baca Juga
Transformasi TelkomGroup Mulai Berbuah, InfraNexia Raup Pendapatan Rp 7,7 Triliun di Semester I-2026
Sekitar 59% dari total capex akan dialokasikan untuk Telkomsel. Sementara itu, belanja modal pada segmen infrastruktur B2B diperkirakan menurun karena perseroan lebih memprioritaskan monetisasi kapasitas jaringan serat optik yang belum dimanfaatkan dibandingkan melakukan ekspansi jaringan secara agresif.
BRI Danareksa menilai strategi tersebut mencerminkan pendekatan bertahap dalam pengembangan jaringan 5G guna menjaga arus kas dan margin. Langkah itu juga menunjukkan kehati-hatian perseroan terhadap prospek monetisasi layanan 5G yang dinilai masih belum sepenuhnya terbukti.
Meski memangkas proyeksi laba TLKM pada periode 2026-2028 sekitar 1,1-1,3%, BRI Danareksa tetap mempertahankan rekomendasi buy dengan target harga saham Rp 3.500 per saham. Penyesuaian target harga dari sebelumnya dilakukan dengan mempertimbangkan risiko jangka panjang akibat potensi kurangnya investasi dalam pengembangan jaringan 5G.
Baca Juga
Pemerintah Bidik 100% Bus Listrik pada 2045, Butuh Investasi Rp 116 Triliun
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas menaikkan rekomendasi taktis saham TLKM dalam tiga bulan menjadi overweight (OW). Menurut BRI Danareksa, keputusan TLKM mempertahankan panduan capex berhasil meredakan kekhawatiran pasar terhadap tekanan pada free cash flow. Selain itu, valuasi saham TLKM masih menarik dengan EV/EBITDA 2026 sekitar 4,5 kali atau 1,1 standar deviasi di bawah rata-rata historis.
Selain disiplin menjaga belanja modal, TLKM telah menyelesaikan 12 inisiatif streamlining dan menargetkan 3-4 divestasi tambahan hingga akhir 2026, terutama pada entitas yang masih merugi.
Ke depan, peningkatan margin diperkirakan akan ditopang oleh bisnis internasional melalui kenaikan kontribusi kabel bawah laut serta monetisasi kapasitas jaringan serat optik pada segmen B2B.
Poin Penting
|

