Cash Flow Terganggu, Dafam (DAFM) Kesulitan Bayar Utang
JAKARTA, investortrust.id – Manajemen PT Dafam Property Indonesia Tbk (DAFM) mengakui terjadi penurunan pendapatan operasional dalam beberapa periode terakhir. Akibat penurunan pendapatan, cash flow perusahaan ikut terganggu yang berakibat peseroan kesulitan membayar utang.
Hal ini diungkap Corporate Secretary Dafam Priperty (DAFM) Soviardi Nor Rachman, merespons permintaan klarifikasi BEI.
“Adakejadian yang menyebabkan bertambahnya kewajiban keuangan atau menurunnya pendapatan pmiten atau perusahaan publik secara material,” tulisan Noviardi sesuai laporan keterbukaan informasi kepada BEI, Selasa (3/3?2023).
Baca Juga
Saham Maha Properti (MPRO) ARA Berkali-kali, Ternyata Gara-gara Ini
Penurunan penapatan ini dipicu lambatnya penjualan perumahan di Madanaya Residence, Batang dan Jatayu Residence, Pekalongan, Jawa Tengah. “Penurunan juga terjadi di sektor persewaan dikarenakan kemampuan bayar penyewa menurun,” lanjut Soviardi Nor.
Buntut dari penurunan penjualan, operational dan Keuangan DAFM ikut terganggu. “Kesulitan cash flow yang menyebabkan operational Perseroan terganggu terutama dalam hal pembayaran kewajiban jangka pendek / hutang bank,” tambah Soviardi.
Meski sedang bermasalah dengan kinerja keuangan, Soviardi menegaskan, kondisi Perusahaan tidak punya dampak secara hukum maupun kelangsungan usaha.
Baca Juga
Menteri ATR Tegaskan Hak Pengelolaan Hotel Sultan Sudah Habis

