Laba Lonsum (LSIP) Melesat 25% Semester I-2026, Penjualan dan Produksi CPO Jadi Penopang
JAKARTA, investortrust.id – PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) atau Lonsum membukukan kinerja positif pada semester I-2026. Perseroan mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 25% secara tahunan (year on year/yoy), didukung kenaikan penjualan, volume produksi crude palm oil (CPO), serta harga jual rata-rata produk sawit.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026, Lonsum membukukan penjualan sebesar Rp2,69 triliun pada semester I-2026 atau meningkat 16% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga
BRI Danareksa Pertahankan Rekomendasi Buy INDF dengan Target Harga Rp 9.000
Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh kenaikan volume penjualan dan harga jual rata-rata produk sawit. Di sisi operasional, produksi Tandan Buah Segar (TBS) inti tercatat 505 ribu ton, relatif sama dibandingkan semester I-2025. Namun, seiring meningkatnya tingkat ekstraksi CPO dan bertambahnya pasokan TBS dari eksternal, total produksi CPO naik 5% secara tahunan menjadi 136 ribu ton.
Kinerja operasional tersebut turut mendorong peningkatan profitabilitas Perseroan. Laba bruto mencapai Rp863 miliar, sedangkan laba usaha meningkat 28% secara tahunan menjadi Rp918 miliar.
Sementara itu, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 25% dibandingkan semester I-2025 menjadi Rp891 miliar.
Baca Juga
Presiden Direktur Lonsum Tan Agustinus Dermawan mengatakan, LSIP mampu membukukan kinerja positif meski industri agribisnis masih menghadapi berbagai tantangan.
"Meskipun berbagai tantangan pada sektor agribisnis terus berlanjut termasuk volatilitas harga komoditas, kondisi cuaca, dan ketidakpastian global, Lonsum mencatatkan kinerja positif pada semester pertama tahun 2026," ujar Tan Agustinus Dermawan.
Menurutnya, Perseroan tetap berkomitmen menjalankan pengendalian biaya, meningkatkan efisiensi operasional, serta memprioritaskan belanja modal dengan berfokus pada peningkatan produktivitas dan penerapan praktik-praktik agrikultur yang berkelanjutan.
