Rugi Bersih ICON Susut 70,73%, Pendapatan Naik 8,68%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Island Concepts Indonesia Tbk (ICON) berhasil memangkas rugi bersih tahun berjalan sebesar 70,73% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 196,63 juta pada kuartal I-2026, dibandingkan rugi Rp671,90 juta pada periode yang sama tahun lalu. Perbaikan tersebut ditopang oleh pendapatan bersih yang tumbuh 8,68% yoy menjadi Rp 59,04 miliar dari Rp 54,32 miliar.
Kenaikan pendapatan tersebut turut mendorong laba bruto perseroan meningkat 15,51% menjadi Rp 5,37 miliar pada kuartal I-2026, dibandingkan Rp 4,65 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, rugi usaha berhasil ditekan 87,57% menjadi Rp 98,87 juta dari rugi usaha Rp 795,19 juta pada kuartal I-2025.
Direktur Utama ICON Putu Agung Prianta mengatakan, perseroan terus berupaya meningkatkan kinerja operasional melalui penguatan bisnis inti serta mendorong kinerja anak usaha pada tahun ini.
“Pada tahun 2026 PT Patra Supplies & Services menetapkan target pendapatan sebesar Rp238 miliar. Sehubungan dengan adanya peningkatan aktivitas di lokasi kerja Patra, target pendapatan diharapkan dapat ditingkatkan sampai dengan Rp274 miliar,” kata Putu Agung Prianta dalam paparan publik ICON secara daring, Jumat, (31/7/2026).
Berdasarkan segmen usaha, seluruh pendapatan ICON pada kuartal I-2026 masih ditopang oleh bisnis katering dan jasa pemeliharaan yang membukukan pendapatan Rp59,04 miliar atau naik 8,68% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Segmen tersebut juga mencatat laba kotor sebesar Rp5,37 miliar, meningkat 15,51% secara tahunan.
Jika dijabarkan, segmen katering dan jasa pemeliharaan membukukan laba usaha sebesar Rp131,73 juta, sedangkan segmen vila dan penjualan perumahan masih mencatat rugi masing-masing Rp130,83 juta dan Rp99,76 juta. Alhasil, secara konsolidasi perseroan masih membukukan rugi usaha Rp98,87 juta pada kuartal I-2026.
Untuk mendukung pertumbuhan kinerja, PT Patra Supplies & Services (PSS) juga akan menjalankan sejumlah strategi, antara lain meningkatkan efisiensi tenaga kerja dan biaya operasional melalui pemanfaatan alat bantu, mengembangkan standardisasi bumbu, menginisiasi penggunaan tumbler guna mengurangi penggunaan air minum dalam kemasan di lokasi kerja, serta mengeksplorasi penggunaan kendaraan listrik untuk meminimalkan risiko kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Sementara itu, anak usaha PT Bhumi Lestari Makmur (BLM) hingga akhir Maret 2026 masih belum mencatat penjualan unit vila maupun kondotel. Meski demikian, manajemen menyatakan tetap berupaya mendorong penjualan seluruh sisa unit karena telah terdapat sejumlah investor yang berminat membeli aset maupun mengambil alih proyek secara keseluruhan.
“Manajemen masih menaruh harapan untuk bisa menjual sisa unit Villa & Kondotel secara keseluruhan. Saat ini ada beberapa investor yang berminat membeli aset dan/atau mengambil alih proyek secara keseluruhan. Investor sedang mengkalkulasi beberapa alternatif transaksi dengan menitikberatkan pada nilai pajak yang paling efisien bagi investor,” terang Putu.
Selain itu, anak usaha PT SSB tengah menjajaki kerja sama dengan investor untuk pengoperasian Locca Sea House. Perseroan berharap kerja sama tersebut segera terealisasi sehingga dapat meningkatkan kinerja Locca Sea House, yang ke depan akan difokuskan untuk menggarap pasar meeting, incentives, conventions, and exhibitions (MICE) serta wedding market.
