Sebesar 66,4% dari Penyaluran Gas RI 5.868,52 BBTUD untuk Pasar Domestik
JAKARTA, investortrust.id - Kordinator Program Minyak dan Gas Direktorat Jenderal Migas, Rizal Fajar Muttaqien memaparkan, total penyaluran gas Indonesia di tahun 2023 adalah 5.868,52 billion bristh thermal unit per day (BBTUD), yang mana 69,4% di antaranya digunakan untuk kebutuhan dalam negeri.
Rizal mengungkapkan, sejak tahun 2012 pemanfaatan gas domestik lebih tinggi dibandingkan dengan ekspor. Meskipun, dalam beberapa tahun mendatang Indonesia diperkirakan masih melakukan ekspor gas bumi, terutama untuk memenuhi kontrak-kontrak yang telah disepakati sebelumnya.
“Namun demikian, pemerintah berkomitmen untuk terus menunjang pemanfaatan gas untuk keperluan domestik dan secara bertahap mengurangi ekspor guna menjaga ketahanan dan kemandirian energi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi,” kata Rizal dalam Webinar Menelisik Kesiapan Pasokan Gas untuk Sektor Industri dan Pembangkit Listrik, Rabu (28/2/2024).
Pemerintah sejatinya sudah menetapkan arah kebijakan ke depan yaitu transisi dari energi fosil ke energi terbarukan, yang mana menjadikan peran gas sebagai energi transisi menjadi lebih penting. Ini dikarenakan faktor emisi karbonnya yang lebih rendah dibandingkan minyak bumi.
Baca Juga
Kementerian ESDM Teken Perjanjian Sewa BMN Hulu Migas Senilai Rp 19,5 Miliar
“Gas bumi sebagai energi bersih yang ramah lingkungan dan cadangannya kurang lebih masih cukup besar, serta harganya juga cukup kompetitif dibandingkan energi fosil lainnya akan menjadi jembatan menuju pasca transisi energi,” sebut Rizal.
Dalam melaksanakan pengelolaan gas bumi, pemerintah disebut melakukan upaya peningkatan kegiatan eksplorasi untuk menemukan cadangan baru, optimasi produksi gas bumi, dan juga pengembangan infrastruktur secara kontinyu yang dilakukan untuk menunjang penyaluran gas bumi dalam negeri sejalan dengan kebutuhan demand.
Selain itu, pemerintah juga mendorong seluruh badan usaha gas bumi untuk membangun infrastruktur secara terintegrasi, mengikuti jaringan pipa transmisi dan distribusi, LNG receiving terminal, serta moda non-pipa lainnya sehingga dapat dimanfaatkan secara lintas sektor.
“Upaya lain yang dilakukan adalah dengan penataan demand, yang dekat dengan potensi suplai gas bumi atau infrastruktur gas bumi. Sehingga nantinya akan meningkatkan efisiensi dalam pemanfaatan gas bumi itu sendiri,” ucap Rizal.
Rizal menyebutkan, konsumen gas bumi terbesar di dalam negeri meliputi sektor industri sebesar 30,83%, kemudian listrik 11,82%, dan juga pupuk 11,47%. Sedangkan untuk ekspor LNG sebesar 22,18%.
Baca Juga
Ada 5 Blok Migas yang Belum Laku Dilelang di 2023, ESDM Ungkap Penyebabnya

