Laba Barito Renewables (BREN) Naik 29% di Semester I-2026, Pendapatan Tumbuh dan Beban Keuangan Turun
JAKARTA, investortrust.id – PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) membukukan laba periode berjalan sebesar US$ 105,98 juta pada semester I-2026, meningkat 29% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$82,13 juta.
Peningkatan laba tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan yang mencapai US$ 334,44 juta pada semester I-2026, naik dari US$ 300,07 juta pada semester I-2025. Di sisi operasional, beban depresiasi dan amortisasi meningkat menjadi US$53,48 juta dibandingkan US$ 47,73 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, beban kompensasi dan tunjangan karyawan turun menjadi US$ 19,35 juta dari US$ 21,63 juta. Beban konsultan dan teknisi juga menurun menjadi US$ 6,46 juta dibandingkan US$ 7,26 juta pada semester I-2025.
Baca Juga
Emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini mencatat tunjangan produksi kepada PT Pertamina Geothermal Energy sebesar US$ 9,25 juta, relatif stabil dibandingkan US$ 9,16 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Di sisi lain, beban keuangan berhasil ditekan menjadi US$ 55,72 juta dari US$ 58,79 juta pada semester I-2025.
Laba sebelum pajak meningkat menjadi US$ 183,61 juta dibandingkan US$ 152,34 juta pada semester I-2025. Setelah memperhitungkan beban pajak, laba periode berjalan BREN mencapai US$105,98 juta atau meningkat sekitar 29% dibandingkan semester I-2025.
Dari total laba periode berjalan, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$ 87,15 juta, naik dibandingkan US$ 65,47 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara laba yang diatribusikan kepada kepentingan nonpengendali meningkat menjadi US$ 18,83 juta dari US$ 16,67 juta.
Baca Juga
CEO Barito Renewables Hendra Soetjipto Tan mengatakan, perseroan kembali membukukan kinerja yang kuat pada semester I-2026. Menurutnya, portofolio panas bumi BREN terus menghasilkan pembangkitan listrik yang stabil dan andal, sementara segmen angin mempertahankan kinerja pembangkitan yang kuat sepanjang periode.
Ia menambahkan, penyelesaian proyek retrofit Wayang Windu pada awal tahun ini semakin meningkatkan kinerja operasional portofolio panas bumi perseroan. Menurut Hendra, hasil tersebut mencerminkan ketangguhan portofolio operasional serta konsistensi dalam mengeksekusi strategi pertumbuhan perusahaan yang mendorong pertumbuhan dua digit pada pendapatan dan EBITDA, sekaligus menghasilkan peningkatan profitabilitas yang signifikan.
"Ke depan, kami akan tetap berfokus pada penyelesaian proyek-proyek ekspansi yang telah direncanakan serta semakin memperkuat posisi Perseroan sebagai salah satu perusahaan energi terbarukan terdepan di Indonesia," ujar Hendra.
