IHSG Sesi I Rebound Jumbo 0,93%, Saham Emiten Haji Isam Melesat Dipimpin FAST
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Kamis (30/7/2026), akhirnya rebound sebanyak 56,57 poin (0,93%) menjadi 6.147 setelah tiga hari beruntun melemah. Kenaikan tersebut berbanding terbalik dengan pasar saham Asia yang cenderung melemah.
Kenaikan ditopang sejumlah sektor saham, seperti material dasar 1,18%, konsumer primer 1,34%, sektor konsumer non primer 1,59%, property 1,54%, keuangan 0,81%, dan energi 0,63%. Sebaliknya penurunan hanya melanda saham sektor kesehatan.
Baca Juga
Pendapatan United Tractors (UNTR) Capai Rp 58,3 Triliun pada Semester I-2026, Bagaimana Labanya?
Kenaikan tersebut juga ditopang lompatan harga sejumlah saham big cap, seperti INCO, CBDK, GGRM, BBCA, MDKA, hingga emiten grup Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam, seperti PGUN, JARR, TEBE, dan FAST.
Adapun saham dengan kenaikan harga paling pesat melanda saham DOSS naik 29,85% menjadi Rp 174, FAST naik 25% menjadi Rp 340, TIFA menguat 25% menjadi Rp 320, BAJA naik 23,56% menjadi Rp 236, dan ESTI menguat 22,83% menjadi Rp 156.
Baca Juga
Pungutan Ekspor Sawit Capai Rp22,7 Triliun, BPDP Perkuat Hilirisasi dan Program B50
Kemarin, IHSG ditutup kembali anjlok sebanyak sebanyak 39,20 poin (0,64%) menjadi 5.091 disertai dengan investor asing akhirnya mencatatkan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 1,25 triliun. Net buy tersebut ditopang adanya crossing saham MAPI bernilai Rp 1,60.
Pelemahan IHSG kemairn dipicu atas kejatuhan mayorita sektor saham, seperti sektor industry 2,67%, property 2,75%, energi 1,26%, konsumer primer 1,16%, infrastruktur 1,48%, transportasi 1,77%, dan keuangan 0,45%. Sebaliknya kenaikan tipis melanda saham sektor kesehatan dan teknologi.
Meski IHSG anjlok, sejumlah saham berikut catatkan kenaikan harga hingga auto reject atas (ARA) melanda saham MGNA naik 34,44% menjadi Rp 121. Lompatan juga melanda saham DWGL sebanyak 21,68% menjadi Rp 348, ECII menguat 13,16% menjadi Rp 172, NEST naik 12,90% menjadi Rp 700, dan BACH menguat 12,71% menjadi Rp 665.
