IHSG Sesi I Melambung 80,64 Poin, Saham Emiten Low Tuck dan Haji Isam Jadi Penopang Utama
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (18/8/2026), ditutup melesaet sebanyak 80,68 poin (1,26%) menjadi 8.482,57. Rentang pergerakan 6.401-6.490 dengan nilai transaksi Rp 7,69 triliun.
Penguatan tersebut ditopang lompatan harga saham Low Tuck Kwong, yaiut BYAN sebanyak 19,97% menjadi Rp 17.275. Lompatan juga melanda saham emiten Haji Isam, seperti PGUN, JARR, TEBE, hingga FAST. IHSG menguat menjelang RDG terkait keputusan BI Rate dan penurunan tajam mayoritas pasar saham Asia.
Baca Juga
Usai Cetak Kinerja Cemerlang, Target Harga Saham Timah (TINS) Direvisi Naik ke Level Ini
Lompatan IHSG juga didukung kenaikan pesat sejumlah sektor saham, seperti energi naik 2,68%, material dasar 1,39%, konsumer non primer 1,06%, sektor industry 0,91%, infrastruktur 1,73%, dan teknologi 0,51%. Sebaliknya penurunan melanda saham keuangan dan property.
Kenaikan tertinggi dicatatkan saham berikut, yaitu JARR menguat 24,88% menjadi Rp 2.510, YPAS naik 24,58% menjadi Rp 1.495, BYAN naik 19,97% menjadi Rp 17.275, dan PGUN menguat 19,93% menjadi Rp 9.175. Lompatan juga melanda saham INET dan TEBE lebih dari 22%.
Baca Juga
Akhir pekan lalu, IHSG ditutup melesat sebanyak 1,59% didukung sentimen positif pidator Presiden Prabowo terkait menargetkan deficit lebih rendah dari 2,40% dari PDB. Sedangkan saham utama penopang IHSG berasal dari lompatan harga BYAN setelah terkuat rumor bakal diakuisisi pengusa Haji Isam. Lompatan harga juga melanda seluruh saham emiten Haji Isam.

