IHSG Ditutup Melesat 0,75%, Saham Emiten Haji Isam dan Low Tuck Terbang hingga ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (18/8/2026), menguat sebanyak 47,94 poin (0,75%) menjadi 6.449. Rentang pergerakan 6.401-6.490 dengan nilai transaksi Rp 13,29 triliun.
Lompatan indeks hari ini terdorong penguatan saham emiten Low Tuck Kwong, yaiut BYAN sebanyak 19,97% menjadi Rp 17.275. Lompatan juga melanda saham emiten Haji Isam hingga auto reject atas (ARA), seperti PGUN, JARR, TEBE, FAST, hingga PACK.
Baca Juga
Mirae Asset: MSCI Diperkirakan Unfreeze Indonesia Paling Cepat 2027
Kenaikan IHSG juga didukung penguatan pesat sejumlah sektor saham, seperti energi naik 2,24%, infrastruktur naik 1,65%, property 1,21%, konsumer non primer 1,03%, transportasi 1,42%, material dasar 0,81%, sektor industry 0,25%, teknologi 0,51%, konsumer primer 0,24%, dan kesehatan 0,13%. Sebaliknya penurunan melanda saham keuangan 0,13%.
Sedangkan saham dengan penguatan harga tertinggi hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham KIJA naik 34,96% menjadi Rp 166, JARR naik 24,88% menjadi Rp 2.510, INET naik 24,79% menjadi Rp 292, ASLI menguat 24,76% menjadi Rp 262, TEBE naik 24,73% menjadi Rp 1.715, PGUN naik 19,93% menjadi Rp 9.175, dan BYAN naik 19,79% menjadi Rp 17.250.
Baca Juga
IHSG Naik di Atas 1% Dua Hari Beruntun, Benarkah Tren Bullish Sudah Dimulai?
Kenaikan tertinggi dicatatkan saham berikut, yaitu JARR menguat 24,88% menjadi Rp 2.510, YPAS naik 24,58% menjadi Rp 1.495, BYAN naik 19,97% menjadi Rp 17.275, dan PGUN menguat 19,93% menjadi Rp 9.175. Meski tak ARA, saham PADA melambung 33,33% menjadi Rp 240.
Akhir pekan lalu, IHSG ditutup melesat sebanyak 1,59% didukung sentimen positif pidator Presiden Prabowo terkait menargetkan deficit lebih rendah dari 2,40% dari PDB. Sedangkan saham utama penopang IHSG berasal dari lompatan harga BYAN setelah terkuat rumor bakal diakuisisi pengusa Haji Isam. Lompatan harga juga melanda seluruh saham emiten Haji Isam.

