Jelang Rights Issue, Direksi Nusatama Berkah (NTBK) Tambah Kepemilikan Saham
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Jajaran direksi PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK) tercatat mengakumulasi saham perseroan senilai sekitar Rp 3 miliar, berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada publik. Transaksi pembelian dilakukan secara bertahap sejak Juni 2026 dan dinilai mencerminkan keyakinan manajemen terhadap prospek jangka panjang perusahaan.
Aksi pembelian saham tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena dilakukan menggunakan dana pribadi para direksi. Dalam praktik pasar modal, aksi tersebut kerap dipandang sebagai salah satu indikator meningkatnya kepercayaan manajemen terhadap fundamental dan prospek bisnis emiten.
Pembelian saham itu juga terjadi di tengah persiapan sejumlah agenda strategis perseroan, termasuk rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik.
Baca Juga
Daftar Top Gainers Pekan Ini: NTBK Terbang 112%, 10 Saham Cetak Kenaikan Double Digit
Meski merupakan dua aksi korporasi yang berbeda, sebagian pelaku pasar menilai peningkatan kepemilikan saham oleh manajemen dapat menjadi sinyal optimisme terhadap prospek perusahaan, terutama apabila tambahan modal dari rights issue digunakan untuk memperkuat ekspansi bisnis.
Perseroan sebelumnya menyampaikan bahwa dana hasil rights issue akan dimanfaatkan untuk memperkuat struktur permodalan, meningkatkan kapasitas usaha, memperbesar skala bisnis, serta memperkuat daya saing perusahaan di industrinya.
Baca Juga
Nusatama (NTBK) Dibidik Raksasa Kereta Dunia CRRC untuk Potensi Kerja Sama Teknologi Rel
Pengamat pasar modal Abdurrahman Assegaf mengatakan aksi pembelian saham oleh direksi merupakan salah satu informasi yang layak dicermati investor, meski tetap harus dianalisis bersama faktor fundamental lainnya.
"Pembelian saham oleh direksi menggunakan dana pribadi umumnya menunjukkan adanya keselarasan kepentingan antara manajemen dan pemegang saham, sehingga dapat menjadi salah satu indikator positif terhadap prospek perusahaan," ujarnya dikutip Selasa (28/7/2026).
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati realisasi agenda rights issue NTBK beserta penggunaan dana hasil aksi korporasi tersebut untuk mendukung strategi pertumbuhan perseroan secara berkelanjutan.
