Nusatama (NTBK) Dibidik Raksasa Kereta Dunia CRRC untuk Potensi Kerja Sama Teknologi Rel
JAKARTA, investortrust.id – Anak usaha PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK) menjadi perhatian pasar setelah dikabarkan tengah dijajaki kerja sama oleh CRRC CED Railway Electric Co., Ltd, perusahaan bagian dari China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC) yang dikenal sebagai produsen kereta terbesar di dunia.
Penjajakan tersebut mencakup peluang kolaborasi di bidang sistem kelistrikan dan komponen pendukung perkeretaapian, yang merupakan fokus bisnis anak usaha NTBK. Diskusi awal juga disebut membuka ruang untuk sinergi strategis jangka panjang.
Baca Juga
Chitose (CINT) Cetak Kenaikan Laba 63,48% pada Kuartal III-2025
Corporate Secretary NTBK Dodi Sentot menyampaikan bahwa pembahasan dengan pihak CRRC berlangsung positif dan menunjukkan peluang kolaborasi yang kuat antara kompetensi rekayasa dalam negeri dan teknologi global. “Kami melihat potensi kolaborasi strategis yang kuat dalam pengembangan teknologi sistem transportasi masa depan. Pembicaraan awal dengan pihak CRRC sangat konstruktif,” ujar Dodi, Kamis (6/11/2025).
Sebagai informasi, CRRC Corporation Limited merupakan produsen peralatan transportasi rel terbesar di dunia dengan jaringan bisnis lebih dari 100 negara. Perusahaan yang mempekerjakan lebih dari 180 ribu karyawan ini mencatat pendapatan tahunan lebih dari US$ 35 miliar. CRRC dikenal sebagai pemasok utama kereta cepat, lokomotif listrik, serta sistem kelistrikan untuk transportasi urban global.
Sementara itu, CRRC CED Railway Electric berfokus pada teknologi kelistrikan, sistem kontrol, dan komponen elektronik untuk kereta modern, yang menjadi bagian penting dalam rantai produksi CRRC Group.
Baca Juga
Tiga Emiten Lighthouse Bersiap Masuk, Berikut Daftar Sektornya
Jika penjajakan tersebut berlanjut, kerja sama kedua pihak diyakini dapat mendorong transfer teknologi, meningkatkan daya saing NTBK di pasar domestik dan regional, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global industri transportasi berbasis rel. Langkah ini juga selaras dengan upaya pemerintah dalam memperkuat industri manufaktur nasional di sektor transportasi berbasis energi listrik.
Pasar memandang peluang kolaborasi ini sebagai langkah strategis yang berpotensi membuka ruang investasi baru di teknologi perkeretaapian dalam negeri.

