Jelang Rights Issue, Pengendali Ini Rajin Tambah Saham Bintang Samudera (BSML)
JAKARTA, Investortrust.id – PT Goldfive Investment Capital kembali menambah saham PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML) dengan membeli sebanyak 12,82 juta saham. Pembelian tersebut menjadikan total sahamnya bertambah menjadi 47,39%.
Corporate Secretary Bintang Samudera Pramayari mengatakan, Goldfive membeli sebanyak 12,82 juta saham BSML dengan harga pelaksanaan Rp 165 per saham pada 19 Oktober 2023. Nilai transaksinya setara dengan Rp 2,11 miliar.
Baca Juga
Lunasi Utang, Bintang Samudera (BSML) Rights Issue 14% Saham
“Tujuan transaksi untuk investasi. Dengan pembelian tersebut total kepemilikan saham Goldfive bertambah 0,69% menjadi 47,39%,” ujarnya dalam keterbukaan informasi di Jakarta, Senin (23/10/2023).
Sebelumnya, Goldfive juga telah membeli sebanyak 1,48 juta saham dengan harga pelaksanaan Rp 168 pada 17 Oktober. Aksi pembelian tersebut menjadikan total kepemilikannya bertambah menjadi 46,54%.
Meski dilakukan penambahan kepemilikan saham dalam beberapa bulan terakhir, total saham BSML yang dipegang Goldfive terpantau masih lebih rendah dari posisi akhir tahun lalu sekitar 52,02%.
Saat ini, Bintang Samudera Mandiri masih memproses penerbitan saham baru dengan hak memessan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue sebanyak 400 juta saham atau setara dengan 14% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dana tersebut bertujuan untuk melunasi sebagian utang.
Aksi tersebut bertujuan untuk memperkuat struktur permodalan perseroan, karena dana perolehan akan digunakan untuk membayar sebagian besar atau melunasi kewajiban kepada kreditur.
Baca Juga
Kembali Disalip BMRI, Market Cap Barito Renewables (BREN) Menguap Rp 39 Triliun
“Dengan aksi tersebut kemampuan permodalan perseroan naik hingga bisa meningkatkan profitabilitas melalui efisiensi beban keuangan perseroan. Dengan tercapainya efisiensi beban keuangan, perseroan akan memiliki kemampuan untuk melakukan investasi aset produktif untuk meningkatkan kapasitas layanan yang akan mendukung kinerja dan daya saing perseroan,” terangnya dalam pengumuman resmi di Jakarta,
Perseroan menyebutkan total utang hingga 31 Mei 2023 mencapai Rp 148,82 miliar. Utang tersebut terdiri atas jangka pendek Rp 46,89 miliar dan sisanya utang jangka panjang senilai Rp 101,92 miliar.

