IHSG Anjlok 2% dalam 30 Menit Transaksi, Saham Big Cap Berjatuhan Dipimpin Emiten Prajogo
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (24/7/2026), telah anjlok lebih dari 130 poin (2,03%) menjadi 6.185 hanya dalam 30 menit transaksi dibuka. Penurunan sejalan dengan kejatuhan seluruh pasar saham Asia.
Tekanan datang dari kejatuhan saham-saham big cap, khususnya emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu, seperti BREN, TPIA, BRPT, hingga CUAN. Kejatuhan juga dipicu pelemahan saham big bank, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI. Penurunan juga terseret pelemahan saham AMMN, PANI, hingga BUVA.
Baca Juga
Singaraja (SINI) Raih Kontrak Jasa Pertambangan dengan Petrosea Rp 57,05 Triliun
Meski hampir seluruh sektor saham terjungkal pagi ini, sejumlah saham ini justru berhasil catatkan kenaikan harga pesat, seperti ASJT naik 23,42% menjadi Rp 194, MCAS menguat 22,64% menjadi Rp 195, GOLD naik 22,31% menjadi Rp 318.
Kemarin, IHSG ditutup berbalik melemah sebanyak 19,17 poin (0,30%) menjadi 6.315 disertai dengan pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,22 triliun. Net sell terbanyak disumbangkan saham BBCA mencapai Rp 484,34 miliar, TPIA mencapai Rp 367,86 miliar, dan NSSS senilai Rp 307,01 miliar.
Baca Juga
IHSG Dibuka Terjun 1,25% Terseret Pasar Saham Dunia, Sebaliknya ASJT dan MPRO Melambung
Sedangkan sektor saham utama penekan IHSG kemarin, yaitu sektor konsumer primer 1,16%, sektor industry 1,32%, sektor keuangan 0,89%, dan sektor kesehatan 0,10%. Sebaliknya lompatan melanda saham sektor property 3,13%, sektor energi 1,52%, dan sektor konsumer non primer 1,56%.
Adapun saham dengan kenaikan harga pesat hari ini, yaitu saham FUTR melesat 24,39% menjadi Rp 306, MPRO naik 19,87% menjadi Rp 13.875, ENAK naik 15,57% menjadi Rp 282, ZATA naik 14,93% menjadi Rp 77, dan ALKA menguat 14,58% menjadi Rp 1.100.
