IHSG Rebound Dekati 2% dalam 15 Menit Transaksi, Saham Big Cap Dipimpin DSSA Melambung
JAKARTA, investortrust.id – Penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (30/1/2026), memasuki 15 menit setelah dibuka makin kuat mencapai 152 poin (1,97%) menjadi 8.377, bahkan sempat sentuh tertinggi intraday 8.408. Kenaikan tersebut berbanding tebralik dengan bursa saham Asia yang melemah.
Penguatan pesat disumbangkan kenaikan pesat seluruh sektor saham dan big cap. Kenaikan tertinggi lebih dari 2% dibukan saham sektor energi dan transportasi. Sisanya sektor keuangan, infrastruktur, consumer primer, dan lainnya menguat lebih dari 1%.
Baca Juga
Kenaikan itu juga ditopang penguatan saham-saham big cap, seperti DSSA naik 4,87% menjadi Rp 98.575, MORA naik 2,28% menjadi Rp 13.450, PTRO naik 3% menjadi Rp 7.725, dan BBCA naik 1,39% menjadi Rp 7.300.
Adapun pada pembukaan hari ini IHSG rebound dengan kenaikan 76,52 poin (0,93%) menjadi 8.308. Lompatan tersebut didukung kenaikan harga saham big cap, seperti BREN, ITMG, TLKM, DSSA, MORA, hingga PTRO. Adapun kenaikan tertinggi dicatatkan saham NZIA, NIRO, AGAR, dan CITY.
Baca Juga
Kemarin, IHSG ditutup melemah sebanyak 88,36 poin (1,06%) menjadi 8.232, meskipun IHSG sempat anjlok 839 poin atau lebih dari 10% menjadi 7.481 pada intraday sesi I. Pemodal asing juga masih melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 4,44 triliun dengan sumbangan terbesar saham BBCA senilai Rp 2,05 triliun.
Adapun penurunan IHSG dalam dua hari lalu telah lebih dari 8%. Penurunan drastic setelah MSCI menangguhkan saham-saham Indonesia dalam perhitungan indeks MSCI dan meminta adanya transparansi kepemilikan saham emiten yang tercatat. OJK bersama SRO juga berencana menaikkan free float saham menjadi 15% sebagai respons tuntutan MSCI tersebut.

