IHSG Sesi I Ditutup Anjlok Dekati 5%, Semua Saham Big Cap Anjlok Dipimpin AMMN dan BREN
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Burs Efek Indonesia (BEI) sesi I, Rabu (3/6/2026), ditutup jatuh sebanyak 305,95 poin (4,94%) ke level terendah baru dalam lima thaun terakhir 5.889.
Penurunan indeks tercatat yang paling dalam di pasar Asia. Penurunan tersebut juga bertolak belakang dengan tren kenaikan indeks pasar saham dunia. Adapun pemicu datang dari kejatuhan saham-saham big cap.
Tekanan terbesar datang dari kejatuhan saham AMMN, BREN, BRPT, TPIA, dan PTRO. Tekanan juga datang dari saham-saham big bank, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI. Penurunan tersebut juga datang dari kejatuhan saham PANI dan CBDK.
Baca Juga
IHSG Jatuh Hampir 4%, Analis Soroti Rupiah dan Kekhawatiran Ekonomi Global
Pelemahan juga dipicu atas pelemahan seluruh sektor saham dengan pelemahan terdalam melanda sektor material dasar 10,25%, sektor energi 7,16%, sektor industri 5,63%, sektor properti 5,09%, sektor infrastruktur 6,73%, sektor transportasi 5,88%, dan sektor keuangan 3,22%.
Sebaliknya saham dengan penguatan hari ini, yaitu saham ICON naik 10,58% menjadi Rp 115, INTD naik 4,92% menjadi Rp 256, WEHA menguat 4,03% menjadi Rp 129, VICO menguat 2,89% menjadi Rp 147, dan STAR naik 2,23% menjadi Rp 1.145.
Kemarin, IHSG ditutup melesat 68,05 poin (1,11%) menjadi 6.195 dengan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 1,39 triliun. Net sell terbanyak melanda saham TPIA senilai Rp 254,59 miliar, ASII mencapai Rp 244,22 miliar, dan BRPT senilai Rp 156,07 miliar.
Baca Juga
IHSG Intraday Sesi I Anjlok 3,57%, Saham Prajogo dan Big Bank Amblas
Kenaikan indeks ini ditopang lompatan saham big cap, khususnya emiten Prajogo Pangestu seperti BREN melesat hingga auto reject atas (ARA) sebanyak 24,85% menjadi Rp 4.120, CUAN melambung 24,60% menjadi Rp 785, dan TPIA naik 6,44% menjadi Rp 1.900. Kenaikan juga didukung ARA saham DSSA sebanyak 25% menjadi Rp 615.
Kenaikan juga didukung penguatan saham sektor energi 1,61%, sektor material dasar 1,32%, sektor keuangan 0,27%, dan sektor infrastruktur 0,64%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor teknologi, properti, kesehatan, dan transportasi.
Saham dengan kenaikan hingga ARA kemarin, yaitu BEER naik 34,94% menjadi Rp 112, NZIA naik 34,85% menjadi Rp 178, KUAS naik 34,07% menjadi Rp 122, DSSA naik 25% menjadi Rp 615, BREN anik 24,85% menjadi Rp 4.120, CUAN naik 24,60% menjadi Rp 785, dan APLI naik 24,43% menjadi Rp 326.
