IHSG Sesi I Terbang 5,02%, Saham Cuan Big Cap Dipimpin BREN
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Kamis (10/4/2025), ditutup melesat sebanyak 299,87 poin (5,02%) menjadi 6.267. Rentang pergerakan 5.967-6.310 dengan nilai transaksi Rp 8,44 triliun.
Penguatan tersebut sejalan dengan lompatan bursa saham dunia, terutama Asia, seperti Nikkei naik 2.722 poin, Hang Seng naik 442 poin, dan Strait Times menguat 175 poin. BEgitu juga dengan bursa saham Asia lainnya catatkan penguatan lebih dari 4%.
BEI juga mencatat seluruh sektor saham catatkan kenaikan, tertinggi dibukukan saham sektor material dasar 8,92% dan sektor consumer primer naik 6.28%. Sektor saham dengan kenaikan lebih dari 5% dibukukan sektor energi dan sektor infrastruktur. Kenaikan lebih dari 4% dicatatkan saham sektor teknologi, property, dan consumer non primer.
Baca Juga
Trafik Data Indosat (ISAT) Naik 21% Saat Lebaran, Tertinggi Dicatat 3 Kota di Sumatera Ini
Saham big cap dengan penguatan paling pesat dibukukan saham BREN dengan kenaikan 18,82% menjadi Rp 5.050, TPIA menguat 6,69% menjadi Rp 7.175, BBCA naik 4,10% menjadi Rp 8.250, BMRI naik 7,22% menjadi Rp 5.050, BBRI melesat 4,41% menjadi Rp 3.790, dan BBNI naik 5,69% menjadi Rp 4.270.
Lompatan indeks didukung sentimen positif dari AS setelah Trump memutuskan untuk menunda penerapan kebijakan tarif resiprokal hingga 90 hari ke depan, kecuali bagi China.
Keputusan tersebut membuat indeks saham Wall Street semalam terbang, yaitu Dow Jones melesat 7,87%, begitu juga dengan S&P500 melesat 9,52%, dan lonjakan paling dahsyat dicetak indeks Nasdaq sebanyak 12,16%. Sebaliknya pasa Eropa ditutup melemah.
Kemarin, IHSG ditutup lanjutkan pelemahan sebanyak 28,15 poin (0,47%) menjadi 5.967,99 dan investor asing kembali melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,09 triliun. Saham terbanyak dilepas asing adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 605,29 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 407,93 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 92,80 miliar.
Baca Juga
IHSG Terbang 5% hingga Saham Cuan Bertaburan, Seberapa Kuat Efek Penundaan Tarif Trump?
Pelemahan IHSG tersebut dipicu berlanjutnya koreksi sejumlah sektor saham, seperti sektor material dasar 3,08%, sektor consumer primer 2,23%, sektor energi 1,46%, sektor teknologi 1,32%, sektor property 0,34%, dan sektor consumer non primer 0,25%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor infrastruktur, kesehatan, keuangan, dan industry.
Meski IHSG melemah, tiga saham berikut justru berhasil catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT) naik 34,88% menjadi Rp 58, PT First Media Tbk (KBLV) melesat 34,83% menjadi Rp 120, dan PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) naik 25% menjadi Rp 3.950.

