Tutup Semester I-2026, IHSG Anjlok 3,05% hingga Big Cap Berjatuhan Dipimpin Saham BBCA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (30/6/2026), atau perdagangan hari terakhir semester I-2026 ditutup terjun parah sebanyak 177,6 poin (3,05%) menjadi 5.643. Penurunan IHSG tercatat yang paling dalam di kawasan Asia.
Penurunan tersebut dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar 5,54%, sektor energi 3,51%, sektor infrastruktur 2.22%, sektor keuangan 1,89%, sektor properti 2,68%, dan sektor konsumer primer 2,79%.
Baca Juga
Mirae Asset: Risiko Global Mereda, Sentimen Domestik Kini Jadi Tantangan Terbesar Pasar
Kejatuhan IHSG juga dipicu atas pelemahan saham big cap, seperti saham BBCA dengan penurunan 6,33% menjadi Rp 5.550, BBRI, BMRI, dan BBNI. Tekanan jual juga datang dari saham konglomerasi Prajogo Pangestu, yaitu BREN, TPIA, BRPT, CUAN, hingga CDIA. Penurunan juga melanda saham emas, EMAS, AMMN, dan BRMS.
Meski IHSG jatuh dalam, sejumlah saham berikut catatkan lompatan harga, yaitu saham PEGE mengaut 34,29% menjadi Rp 141, AYLS naik 27,54% menjadi Rp 176, BOBA naik 21,95% menjadi Rp 300, ESTA menguat 19,54% menjadi rp 208, dan ELPI naik 15,56% menjadi Rp 1.300.
Kemarin, IHSG ditutup melemah sebanyak 75,34 poin (1,28%) menjadi 5.820,79 disertai dengan penjualan bersih atau net sell saham mencapai Rp 881,59 miliar, terbanyak melanda saham BBCA sebanyak Rp 406,88 miliar dan BMRI mencapai Rp 97,82 miliar.
Baca Juga
Saat Harga Jatuh, Low Tuck Kwong justru Agresif Borong Saham Bayan (BYAN) dari Pasar
Penurunan IHSG tersebut dipicu atas kejatuhan saham big cap, seperti BBCA yang ditutup anjlok 4,05% ke bawah level Rp 6.000. Penurunan juga dipicu kejatuhan saham TPIA, BREN, BRPT, hingga CDIA. Tiga saham bank papan atas lainnya juga melemah, seperti BBRI, BMRI, dan BBNI.
Pelemahan juga dipicu atas penurunan hampir sektor saham, seperti sektor keuangan, material dasar, dan infrastruktur dengan pelemahan lebih dari 1%. Sebaliknya penguatan hanya melanda saham sektor properti.
Di tengah penurunan tersebut, beberapa saham berikut catatkan penguatan mengesankan, seperti OILS naik 31,33% menjadi Rp 218, ASPI naik 25% menjadi Rp 360, TRUS naik 19,43% menjadi Rp 418, AYLS naik 16,95% menjadi Rp 138, dan PMUI menguat 16,88% menjadi Rp 90.
