IHSG Berbalik Anjlok 1,11% Hanya dalam 10 Menit Transaksi Berjalan, Big Cap Berguguran
JAKARTA, investortrust.id – Indek harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (11/8/2026), berbablik merah dengan penurunan 70 poin (1,10%) menjadi 6.295 hanya dalam 10 menit transaksi.
Penurunan tersebut berbanding terbalik dengan pembukaan dengan kenaikan 18,44 poin (0,29%) menjadi 6.383. Penurunan ini juga berbanding terbalik dengan pasar saham Asia yang bergerak di zona hijau.
Baca Juga
Reliance Sekuritas Jagokan 4 Saham Hari Ini, Ada ELSA hingga BULL
Tekanan IHSG datang dari penurunan seluruh sektor saham, khususnya sektor industry, energi, konsumer primer, dan property lebih dari 1%.
Tekanan IHSG juga datang dari penurunan sejumlah saham big cap, seperti saham emiten Prajogo Pangestu, yaitu BREN, TPIA, BRPT, hingga CUAN. Penurunan juga dipicu atas kejatuhan saham big bank, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.
Baca Juga
Investor Saham AS di Pluang Melonjak, Investor Pemula Tumbuh 63 Kali Lipat
Kemarin, IHSG BEI ditutup ditutup anjlok sebanyak 44,28 poin (0,69%) menjadi 6.365,37, namun pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 829,70 miliar. Net buy terbanyak melanda saham DSSA senilai Rp 1,40 triliun, BNBR mencapai Rp 374,38 miliar, dan BBCA mencapai Rp 75,10 miliar.
Adapun penurunan indeks hari ini berbanding terbalik dengan intraday sesi I yang sempat melambung lebih dari 50 poin. Penurunan aksi ambil untung (frofit taking) mayoritas sektor saham, seperti sektor konsumer non primer 1,37%, sektor infrastruktur 1,25%, industry 0,74%, energi 0,68%, property 0,38%, dan teknologi 0,36%,
Meski IHSG anjlok, sejumlah saham berikut catatkan lompatan harga, seperti GIAA naik 33,33% menjadi Rp 72, GMFI naik 31,48% menjadi Rp 71, SULI naik 27,78% menjadi Rp 115, STAR naik 24,81% menjadi Rp 332, IOTF naik 24,53% menjadi Rp 66, dan ROCK naik 24,27% menjadi Rp 2.330.

