IHSG Melambat Turunnya, Tapi Bursa Indonesia Masih Tertinggal di ASEAN Pekan Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan ini mulai melambat hanya mencapai 0,35%, dibandingkan pekan sebelumnya dengan pelemahan 4,55%.
Berdasarkan data perdagangan saham BEI, IHSG pekan ini mengalmai penurunan sebanyak 20,35 poin dari 5.896 menjadi 5.875. Perlambatan penurunan tersebut terdorong penguatan mayoritas sektor saham. Adapun kapitalisasi pasar (market cap) BEI turun sebanyak Rp 15 triliun menjadi Rp 10,287 triliun per akhir pekan ini.
Baca Juga
Sejumlah sektor saham berhasil catatkan penguatan pesat pekan ini, yaitu saham sektor industry naik 4,86%. Kenaikan juga melanda saham sektor teknologi 2,24%, sektor material dasar 0,78%, sektor transportasi 1,17%, dan sektor property 0,90%. Sebaliknya saham sektor keuangan, consumer primer, dan kesehatan masih melemah.
Kenaikan indeks pekan ini juga ditopang penguatan sejumlah saham big cap, seperti AMMN naik 4,79%, DCII naik 4,27%, ANTM menguat 8,12%, IMPC naik 10,22%, dan UNTR menguat 6,19%. Begitu juga dengan BREN naik 149%.
Meski penurunan IHSG BEI melambat pekan ini, kinerja BEI masih terburuk di Asean. Bandingkan dengan bursa saham negara Asean lainnya, seperti SET Index Thailand naik 4,47%, PSEi Index Filipina naik 1,91%, Strait Times Indeks Singapura naik 1,01%, dan FTSE Bursa Malaysia menguat 0,68%. Adapun indeks Vietnam melemah tipis hanya 0,30%.
Net Sell Jumbo
Investor asing terpantau masih agresif merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 2,73 triliun pekan ini atau terjadi penurunan dari pekan sebelumnya dengan net sell senilai Rp 3,43 triliun.
Berdasarkan data perdagangan, kontribusi net sell terbanyak datang dari saham BBRI mencapai Rp 1,07 triliun. Disusul BBCA senilai Rp 655,25 miliar, BMRI mencapai Rp 363,17 miliar, MAPI senilai Rp 227,52 miliar, dan ASII senilai Rp 195,21 miliar.
Baca Juga
Adapun lima saham dengan torehan net sell terbanyak pekan ini disumbangkan saham ANTM mencapai Rp 131,49 miliar, DSSA mencapai Rp 115,45 miliar, ENRG senilai Rp 104,41 miliar, BRPT sebanyak Rp 74,83 miliar, dan BREN senilai Rp 65,28 miliar.
Dengan tambahan penjualan saham pekan ini, pemodal asing telah merealisasikan penjualan sebanyak Rp 74,41 triliun saham oleh pemodal asing sepanjang year to date (ytd). Aksi jual asing terpantau masih terus berlanjut, meski IHSG BEI telah turun signfikan pekan ini.
