BCA (BBCA) Kembali Cetak ATH dalam Dua Hari Berturut-turut
JAKARTA, investortrust.id – Emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), kembali menorehkan penguatan harga ke level tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) pada penutupan perdagagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat (8/3/2024).
BCA merupakan bank swasta terbesar di Indonesia yang dikendalikan Djarum Group melalui PT Dwimuria Investama dengan kepemilikan 54,94%. Bank yang didirikan pada 21 Februari 1957 ini pernah menjadi bagian penting dari grup Salim.
ATH baru ini merupakan yang kedua dalam dua hari berturut-turut. Hari ini, saham BBCA ditutup naik Rp 25 (1,73%) menjadi Rp 10.150. Saham bank dengan kapitalisasi terbesar ini bergerak dalam rentang Rp 10.125-10.300.
Baca Juga
Pertumbuhan Diprediksi Berlanjut ke 2024, Begini Rekomendasi dan Target Saham BBCA
Dengan penguatan harga ke level ATH tersebut, saham BBCA telah menorehkan kenaikan harga dari penutupan akhir tahun lalu Rp 9.400 menjadi Rp 10.150. Torehan tersebut menunjukkan bahwa saham ini telah menguat 7,97% year to date (ytd).
Terkait target harga saham BBCA, Trimegah Sekuritas dalam riset terakhirnya merekomendasikan beli saham ini dengan target harga Rp 11.000. Target tersebut mempertimbangkan ekspektasi berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan tahun 2024.
“Kami memperkirakan BBCA dapat mempertahankan tren pertumbuhan keuntungan tetap kuat didukung biaya dana yang rendah mencapai 1,1% tahun lalu dan LDR mencapai 74,4% atau di bawah rata-rata sebelum Covid-19 mencapai 83,8%,” tulis analis Trimegah Sekuritas Adi Prabowo dalam risetnya.
Sementara itu, lompatan harga saham BBCA dalam dua terakhir ini juga didukung rencana perseroan untuk menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada 15 Maret 2024. Apalagi salah satu agenda RUPTS tersebut akan penetapan penggunaan laba bersih BBCA tahun buku 2023.
Baca Juga
Berdasarkan data, total dividen BBCA tahun buku 2022 senilai Rp 25,3 triliun atau setara dengan 62,1% dari laba bersih tahun tersebut Rp 40,7 triliun. Sedangkan dividen tahun buku 2021 mencapai Rp 17,9 triliun atau merefleksikan rasio 56,9% dari total laba bersih Rp 31,42 triliun.
Tahun lalu, BCA torehkan kenaikan laba bersih menjadi Rp 48,6 triliun. Raihan tersebut menunjukkan pertumbuhan sebanyak 19,4% yoy. Pertumbuhan laba ini didorong oleh penyaluran kredit yang tumbuh 13,9% yoy atau di atas rata-rata industri.

