Jelang RUPST Putusan Dividen, Saham BCA (BBCA) Melesat ke ATH Baru
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berhasil mencatatkan lonjakan harga hingga mencapai level tertinggi baru (all time high/ATH) intraday sepanjang masa pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (7/3/2024).
Berdasarkan data BEI, saham BBCA menguat Rp 175 (1,76%) menjadi Rp 10.125 hingga pukul 15.17 WIB. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 10.000 hingga Rp 10.150. Lompatan harga saham tersebut juga berimbas terhadap peningkatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI).
Baca Juga
Target Saham BCA (BBCA) Direvisi Naik, Potensi Cuan Makin Besar
Lompatan harga saham tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) saham perseroan melesat menjadi Rp 1.248,15 triliun.
Kenaikan harga saham tersebut terjadi menjelang pelaksanaan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada 15 Maret 2024. Apalagi salah satu agenda RUPTS tersebut akan penetapan penggunaan laba bersih BBCA tahun buku 2023.
Baca Juga
BCA (BBCA) Torehkan Rekor Harga Rp 10.025, Bagaimana Target Selanjutnya?
Tahun lalu, perseroan membagikan dividen Rp 170 per saham atau menunjukkan peningkatan 42%, dibandingkan tahun 2022. Dividen tersebut setara dengan rasio 64% dari raihan laba bersih tahun 2022 atau naik dari rasio dividen tahun 2021 sekitar 58%.
Adapun laba bersih BBCA tahun lalu mencapai Rp 48,7 triliun, tumbuh 19,4% secara tahunan atau year on year (YoY). Pertumbuhan tersebut didorong oleh pertumbuhan kredit yang di atas industri, meningkatnya risk adjusted NIM, serta, cost to income yang stabil.

