Saham Kalbe Farma (KLBF) Tetap Menarik, Sekuritas Ini Pasang Potensi Cuan Jumbo
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) masih dinilai menarik untuk dikoleksi, meskipun perseroan menghadapi sejumlah tantangan jangka pendek, mulai dari ketegangan geopolitik, volatilitas nilai tukar hingga pelemahan daya beli masyarakat.
Sejumlah tantanga tersebut berimbas terhadap pemangkasan proyeksi kinerja keuangan tahun ini dan target harga saham KLBF.
RHB Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham KLBF dengan target harga baru sebesar Rp 1.570 per saham atau direvisi turun dari semula Rp1.830, namun masih mencerminkan potensi kenaikan (upside) sekitar 105% dari harga kemarin Rp 765.
Baca Juga
Saham Kalbe Farma (KLBF) Tawarkan Peluang Kenaikan 55%, Intip Sejumlah Faktor Pendorong Ini
Sebaliknya proyeksi laba bersih tahun ini dipangkas dari semual Rp 3,88 triliun menjadi Rp 3,58 triliun. Perkiraan pendapatan juga direvisi turun dari Rp 40,69 triliun menjadi Rp 38,06 triliun.
Analis RHB Sekuritas Vanessa Karmajaya mengatakan, Kalbe Farma memperkirakan, tekanan terhadap margin keuntungan KLBF diprediksi berlanjut sepanjang 2026 akibat volatilitas harga minyak dan nilai tukar yang mendorong kenaikan biaya bahan baku.
Di tengah ketidakpastian eksternal, perusahaan meningkatkan hari persediaan sekitar lima hingga enam hari pada Juni 2026. “Meski pasokan beberapa bahan baku utama mulai membaik setelah gangguan geopolitik sebelumnya, biaya input masih berada pada level tinggi,” tulis riset tersebut.
Kalbe Farma (KLBF) juga telah menaikkan harga jual secara selektif sebesar 3-5%, terutama pada produk kesehatan konsumen. Namun kontribusinya terhadap total penjualan grup masih sangat terbatas, yakni kurang dari 1%.
Baca Juga
Reliance Sekuritas Jagokan 4 Saham Hari Ini, Ada HMSP hingga DSSA
Selain itu, dia mengatakan, Kalbe Farma juga memiliki ruang terbatas untuk kembali menaikkan harga jual dipicu daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih. Hal ini mendorong RHB Sekuritas merevisi turun target kinerja keuangan tahun ini.
Meski demikian, RHB Sekuritas menyebutkan, prospek jangka panjang KLBF tetap positif, karena didukung inovasi produk yang berkelanjutan, ekspansi pasar, kolaborasi strategis, manajemen biaya yang disiplin, serta posisi neraca keuangan yang kuat.
Baca Juga
Jaga Stabilitas Harga Obat Nasional, Kepala BPOM Diapresiasi GP Farmasi Indonesia
Prospek kuat jangka panjang juga datang dari sisi regulasi, pembayaran dari sistem jaminan kesehatan nasional BPJS Kesehatan masih dinilai dapat dikelola dengan baik. Meski demikian, risiko penagihan perlu tetap dicermati apabila tekanan defisit BPJS meningkat.
Kalbe Farma juga berpotensi memperoleh manfaat dari rencana penyesuaian harga e-katalog sekitar 10% oleh Kementerian Kesehatan yang saat ini masih menunggu petunjuk teknis pelaksanaan.
