Keuangan masih Sesuai Harapan, Prospek Saham Kalbe Farma (KLBF) Tetap Menarik
JAKARTA, Investortrust.id – PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) diprediksi mampu untuk mempertahankan pertumbuhan penjualan pada paruh kedua tahun ini. Sedangkan margin keuntungan diharapkan membaik sehingga bisa menopang kenaikan laba bersih tahun ini.
Analis Indo Premier Sekuritas Andrianto Saputra dan Lukito Supriadi mengatakan, berdasarkan hasil diskusi dengan manajemen Kalbe Farma terungkap bahwa penjualan perseroan pada paruh kedua akan tetap stabil, dibandingkan dengan semester I-2023.
Baca Juga
Kalbe (KLBF) Ekspansi ke 12 Negara Arab, Andalannya Obat Kanker Paru
Terkait kenaikan harga minyak terhadap bahan baku aktif obat (API), sekuritas tersebut mengungkapkan bahwa tidak berdampak besar. Kondisi tersebut bakal mulai berdampak terhadap harga API, jika harga minyak menguat setidaknya dalam jangka waktu enam bulan ke depan.
“Kenaikan harga minyak baru bisa berimbas terhadap peningkatan harga API, jika harga minyak berangsur-angsur naik dalam enam bulan,” terangnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, pekan lalu.
Performa keuangan dan saham Kalbe Farma (KLBF), terang Indo Premeris Sekuritas, didukung kesepakatan eksekutif dengan Shanghai Henlius Bitech (Henlius) untuk komersialisasi PD-1, obat biologis untuk perawatan kanker, ke 12 negara di Timur Tangah dan Afika Utara. Perseroan sebelumnya telah mendapatkan lisensi eksklusif dari Henlius untuk mengembangkan dan mengomersialisasikan produk serupa di 10 negara Asia Tenggara.
Baca Juga
“Kerja sama ini tentu memperkuat penetrasi pasar Kalbe Farma ke Timur Tengah dan Afrika Utara. Sejauh ini, komersialisasi obat PD-1 masih rendah di negara-negara Asia Tenggara akibat biaya tinggi,” terangnya.
Kalbe Farma tengah berupaya meningkatkan penetrasi pasar dengan membuat harga obat lebih sesuai dengan kondisi pasar. Apalagi nilai pasar obat onkologi mencapai US$ 600 juta di Asia Tenggara.
Berbagai faktor tersebut mendorong Indo Premier Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham KLBF dengan target harga Rp 2.080. Target hargat tersebut mempertimbangkan pengengembangan obat biologis berjalan sesuai harapan, pertumbuhan organik sesuai harapan, dan tingginya Upaya penggunaan obat dalam negeri di Indonesia.
Indo Premier Sekuritas menargetkan kenaikan laba bersih perseroan menjadi Rp 3,42 triliun tahun ini, dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 3,38 triliun. Peningkatan tersebut sejalan dengan perkiraan pertumbuhan pendapatan perseroan dari Rp 28,93 triliun menjadi Rp 31,75 triliun.
Baca Juga
Hari Ini, Suspensi Saham Sumber Global (SGER) dan Dewi Shri (DEWI) Dicabut
Begitu juga dengan Riset RHB Sekuritas Indonesia yang mempertahankan rekomendasi beli saham KLBF dengan target harga Rp 2.200. Target tersebut merefleksikan perkiraan stabilnya performa seluruh unit bisnis perseroan pada kuartal III-2024.
Perseroan juga akan diuntungkan mekanisme e-catalogue yang bertujuan untuk meningkatkan pembelanjaan pemerintah terhadap produk-produk dalam negeri. Kalbe Farma (KLBF) juga diuntungkan atas integrasi system operasi Sanofi. Integrasi tersebut akan memperkuat perseroan, khususnya dari sisi produksi vaksin.
Prospek Saham KLBF
Indo Premier Sekuritas
Rekomendasi : Buy
Target harga : Rp 2.080
RHB Sekuritas Indonesia
Rekomendasi : buy
Target harga : Rp 2.200

