Catatkan Pemulihan, Kalbe Farma (KLBF) Tunjukkan Prospek Laba dan Saham Menggiurkan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) sukses memulihkan kinerja keuangan hingga kuartal III-2025 yang ditunjukkan peningkatan pendapatan dana laba. Pertumbuhan ini menahan tekanan margin akibat kenaikan kontribusi produk farmasi BPJS, perubahan komposisi produk nutrisi non-dairy, serta peningkatan beban penjualan.
Hal ini mendorong analis BRI Danareksa Sekuritas Wilastita Muthia Sofi dan Ismail Fakhri Suweleh dalam riset yang diterbitkan kemarin tetap mempertahankan rekomendasi buy saham KLBF dengan target harga Rp 1.710. Begitu juga dengan Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham saham KLBF dengan target harga Rp 1.750 per saham.
Baca Juga
Kalbe Farma (KLBF) Cetak Laba Rp 2,69 Triliun hingga September 2025, Tumbuh Dua Digit
Pada kuartal III-2025, KLBF mencatatkan pendapatan senilai Rp 8,9 triliun, tumbuh 8% secara kuartalan dan 13% secara tahunan. Laba bersih tercatat Rp 656 miliar, turun 27% secara kuartalan, namun masih naik 15% dari periode sama tahun lalu. Secara kumulatif, laba bersih KLBF per Januari-September 2025 meningkat 11% menjadi Rp 2,6 triliun. Angka tersebut sejalan dengan target kinerja tahun penuh.
BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa KLBF berhasil memulihkan seluruh segmen bisnis, yaitu Obat Resep, Kesehatan Konsumen, Nutrisi, dan Distribusi, dengan pertumbuhan penjualan masing-masing 10%, 6%, 9%, dan 7% secara kuartalan. Kondisi ini berbeda dari kuartal sebelumnya yang tertekan akibat normalisasi pasca-Lebaran.
Meski demikian, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, Kalbe Farma (KLBF) menghadapi penurunan margin laba kotor dan margin operasional. Tekanan muncul dari tingginya porsi obat generik yang masuk dalam skema BPJS, kenaikan biaya bahan baku berbasis dolar untuk produk nutrisi non-dairy, serta kenaikan beban penjualan yang meningkat 21% secara kuartalan.
Baca Juga
Perkuat Bisnis Kesehatan Konsumen, Kalbe (KLBF) Luncurkan Suplemen Zat Besi Bentuk ‘Gummy’
Dengan pencapaian tersebut, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, kinerja KLBF sudah berada dalam kisaran panduan manajemen sebesar 6–8%. Hal ini menunjukkan kekhawatiran terhadap lemahnya segmen nutrisi dan tekanan margin di obat resep masih terkendali.
“Kalbe Farma dipandang sebagai saham defensif dengan potensi pertumbuhan laba inti yang lebih kuat, dibandingkan emiten sejenis, ditopang portofolio produk farmasi yang stabil serta kebutuhan kesehatan jangka panjang seiring penuaan populasi,” tulis riset tersebut. Dengan asumsi kontribusi historis 9 bulan terhadap kinerja tahunan sebesar 74%, Kalbe Farma diperkirakan mampu mencapai pendapatan Rp 35 triliun dan laba bersih Rp 3,5 triliun pada 2025.
Pandangan hampir senada diungkapkan tim riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Disebutkan bahwa KLBF mencatatkan kinerja keuangan kuartal III dan periode Januari–September 2025 sudah berada dalam jalur sesuai dengan estimasi analis. Raihan tersebut juga sudah tetap sejalan dengan proyeksi Mansek dan konsensus pasar, sehingga perseroan berada di jalur pencapaian target tahun penuh 2025.
Baca Juga
IHSG Berpeluang Bangkit, Empat Saham Dipimpin PGEO Layak Dilirik
Mansek awalnya memprediksi pertumbuhan penjualan sebesar 5% secara tahunan (YoY). Namun, realisasi pendapatan justru mencatat kenaikan hingga 13% YoY, menunjukkan pemulihan permintaan di lini produk kesehatan dan farmasi. Meski demikian, laba bersih kuartal III-2025 tercatat lebih rendah dari perkiraan analis. Hal ini disebabkan beban operasional (opex) yang lebih tinggi dari asumsi awal.
Namun, secara kumulatif, kinerja Januari-September 2025 berada dalam kisaran estimasi dan mendukung pandangan bahwa target laba dan pendapatan tahun penuh masih dapat dicapai. Dengan capaian tersebut, Mansek mempertahankan rekomendasi beli saham saham KLBF dengan target harga Rp 1.750 per saham.

