Performa Kalbe Farma (KLBF) Tahun 2024 Diprediksi Lebih Baik, Bagaimana dengan Prospek Sahamnya?
JAKARTA, investortrust.id – PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) membidik perbaikan pesat tahun 2024 didukung sejumlah pertumbuhan penjualan dan peningkatan margin keuntungan. Pertumbuhan kinerja perseroan diharapkan didukung semua lini bisnis.
Hal ini mendorong Mandiri Sekuritas untuk mempertahankan netral saham KLBF dengan target harga menuju level Rp 1.530. Target tersebut telah mempertimbangkan proyeksi manajemen terhadap pertumbuhan penjualan berkisar 6-7% tahun ini dan EPS berkisar 13-15% sepanjang 2024.
Baca Juga
Pengumuman! Kalbe Farma (KLBF) Komitmen Tebar Dividen Tunai Rutin Tiap Tahun
Mandiri Sekuritas dalam riset yang diterbitkan di Jakarta kemarin menyebutkan bahwa pertumbuhan kinerja keuangan perseroan akan didukung peningkatan marign keuntungan, perbaikan efisiensi bisnis, dan belanja modal dengan berupaya keras mengurangi jumlah hari inventori.
Segmen obat farmasi, Mandiri Sekuritas menyebutkan, manajemen Kalbe Farma membidik pertumbuhan 8-9% tahun ini. Target tersebut akan dikejar dengan peluncuran produk baru yang diharapkan berkontribusi Rp 100-200 miliar terhadap total pendapatan dan segmen vaksin diharapkan menyumbang Rp 400 miliar.
Kalbe Farma (KLBF) juga akan memperkuat portofolio onkologi melalui pengembangan biological dan fasilitas produk radioparmatika. Perseroan telah menjadi pionir line produksi radiparmatika sejak Februari 2024 dengan berinvestasi di Jakarta dan Surabaya.
Dari segmen bisnis konsumer kesehatan, Mandiri Sekuritas menyebutkan, KLBF membidik pertumbuhan 1-2% di atas pertumbuhan pasar berksiar 5-6% tahun 2024. Pertumbuhan akann dilakukan dengan inovasi produk dan penguatan penjualan produk yang sudah ada.
Sedangkan dari sisi segmen nutrisi, Mandiri Sekuritas menyebutkan, diperkirakan bertumbuh 2% di atas pertumbuhan pasar berkisar 5-6%. Perseroan akan ekspansi penjualan produk nutiri untuk mengejar target pertumbuhan tersebut.
Baca Juga
Target Kinerja Kalbe Farma (KLBF) 2023-2024 Dipangkas, Bagaimana Prospek Sahamnya ke Depan?
Begitu juga dengan segmen bisnis distribusi dan logistic hingga alat-alat kesehatan ditargetkan ikut menyumbang pertumbuhan tahun ini. “Dari sisi ekspor diharapkan bertumbuh lebih pesat mencapai 13-14% tahun ini, dibandingkan tahun lalu sekitar 11%. Pertumbuhan dilakukan dengan penguatan kehadiran produk perseroan di pasar Asia melalui pembukaan tujuan pasar baru,” terangnya.
Hal ini mendorong Mandiri Sekuritas menargetkan pertumbuhan laba bersih perseroan menjadi Rp 3,04 triliun tahun ini dan penjualan diharapkan meningkat menjadi Rp 32,32 triliun. Sedangkan pendapatan dan laba bersih perseroan tahun lalu diprediksi Rp 30,45 triliun dan Rp 2,76 triliun.

