Target Kinerja Kalbe Farma (KLBF) 2023-2024 Dipangkas, Bagaimana Prospek Sahamnya ke Depan?
JAKARTA, investortrust.id – RHB Sekuritas memangkas target kinerja keuangan dan saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). Meski demikian, outlook perseroan tetap menjanjikan dalam jangka panjang didukung sejumlah inisiasi bisnis dan produk.
RHB Sekurtias memangkas turun target laba bersih tahun ini dari semula Rp 3,29 triliun menjadi Rp 2,82 triliun. Begitu juga dengan laba bersih tahun depan direvisi turun dari Rp 3,67 triliun menjadi Rp 3,210 triliun.
Baca Juga
Dipicu BPJS Kesehatan, Kalbe Farma (KLBF) Memasuki Tantangan Berat
Senada dengan penurunan proyeksi laba, RHB Sekuritas memangkas perkiraan pendapatan tahun ini dari Rp 31,18 triliun menjadi Rp 30,33 triliun. Begitu juga dengan perkiraan tahun 2024 direvisi turun dari Rp 34,15 triliun menjadi Rp 33,01 triliun.
“Kami memangkas turun target kinerja dan saham Kalbe Farma tahun 2023-2024 akibat penurunan daya beli masyarakat. Penurunan tersebut memperkecil peluang perseroan untuk mengejar pertumbuhan dalam waktu dekat,” tulis analis RHB Sekuritas Vanessa Karmajaya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.
Meski dipangkas, dia mengatakan, sentiment buruk penjualan perseroan telah terlewati. Saatnya pemulihan bagi perseroan, apalagi memasuki musim hujan akhir tahun ini diperkirakan mendorong peningkatan permintaan produk kesehatan.
Sedangkan pertumbuhan tahun depan, terang dia, diharapkan terdorong perbaikan ekonomi nasional, sehingga Kalbe Farma bisa menaikkan harga jual produk untuk meningkatkan margin keuntungan.
Baca Juga
Dipicu Kenaikan Beban, Laba Kalbe Farma (KLBF) Turun hingga September
Selain kondisi tersebut, dia mengatakan, Kalbe Farma masih dilingkupi potensi pertumbuhan penjualan farmasi, khususnya produk biologis tahun depan. Produk baru tersebut akan menjadi sumber pertumbuhan margin keuntungan ke depan.
Sejumlah faktor tersebut mendorong RHB Sekuritas merevisi turun target harga saham KLBF dari Rp 2.200 menjadi Rp 1.930 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Rekomendasi ini mempertimbangkan peluang pertumbuhan ke depan.

