Begini Prospek dan Target Terbaru Harga Saham Kalbe Farma (KLBF)
JAKARTA, investortrust.id –Prospek dan target harga saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) masih menjanjikan didukung peluang berlanjutnya pertumbhuan tahun ini. Prospek saham tersebut juga mengindikasikan berlanjutnya efisiensi biaya hingga kehadiran produk baru.
Hal tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham KLBF dengan target harga Rp 1.800. Dengan target tersebut, ada peluang penguatan saham ini lebih dari 48%, dibandingkan harga penutupan kemarin Rp 1.300.
Baca Juga
Kalbe Farma (KLBF) Operasikan Fasilitas Produksi Dialyzer Pertama di Indonesia
Sekuritas lainnya, Mandiri Sekuritas merekomendasikan netral saham KLBF dengan target harga Rp 1.550. Dengan demikian, terbuka penguatan sebanyak 19% atas saham ini, dibandingkan harga penutupan kemarin.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Sable Nur Amalina dan Natalia Sutanto mengatakan, keputusan peningkatan penggunaan mata uang Renminbi China sebagai acuan untuk pembelian bahan baku farmasi dan bahan aktif farmasi (API) telah diharapkan dapat mengurangi dampak fluktuasi rupiah terhadap dolar AS dan akhirnya membuka jalan terhadap peningkatan margin keuntungan. Pergeseran akan dilakukan secara bertahap dengan demikian diharapkan mengurangi ketergantungan dollar AS untuk pembelian bahan baku obat.
Estimasi Kinerja Keuangan KLBF
Selain faktor tersebut, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, KLBF terdorong inisiatif kuat untuk menambah produk melalui kemitraan strategis di pasar regional dan peluncuran sejumlah produk baru akan menopang pertumbuhan kinerja perseroan ke depan.
“Perseroan juga akan terdorong peningkatan permintaan obat farmasi dpada program kesehatan nasional yang diharapkan meningkatkan volume penjualan obat generik produksi perseroan dengan target berkontribusi sebanyak 30% terhadap penjualan tahun 2030,” tulis riset tersebut.
Baca Juga
Gandeng Tiga Instansi Akademik, Kalbe (KLBF) Ungkap Tujuan Ini
Penjualan obat generic memang dibayangi dengan margin rendah, tetapi perseroan masih mampu untuk mengimbanginya dengan penjualan produk khusus, seperti onkologi, biologi, dan sel terapi. Diproyeksikan penjualan obat khusus bisa berkontribusi sekitar 10-12%.
Sementara itu, tim riset Mandiri Sekuritas menyebutkan kinerja keungan KLBF tahun 2024 diindikasi sesuai dengan target Mandiri Sekuritas dan consensus analis. Diproyeksikan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih masing-masing 7,2% dan 17,1%.

