Target Saham Kalbe Farma (KLBF) Direvisi Turun, Rekomendasi Tetap Buy
JAKARTA, investortrust.id – Target harga saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) direvisi turun menjadi Rp 2.100 (potential upside 23,3%) dari sebelumnya Rp 2.400.
Penurunan target ini sejalan dengan proyeksi laba bersih KLBF yang diproyeksikan turun menjadi Rp 3,4 triliun atau turun 12,4% dari proyeksi sebelumnya.
Sedangkan proyeksi laba tahun 2024 sebesar Rp 3,9 atau turun 9,8% dari proyeksi sebelumnya.
Baca Juga
Analis PT Samuel Sekuritas Pebe Peresia mengatakan penurunan target harga saham disebabkan oleh perubahan guidance pertumbuhan laba bersih KLBF yang turun menjadi 0-1% dari sebelumnya 13-15%.
Kendati begitu Samuel tetap merekomendasikan beli untuk saham farmasi ini. ‘’Dengan mempertimbangkan potensi yang telah kami jabarkan di atas, serta neraca keuangannya yang sehat (net cash) kami mempertahankan rekomendasi buy,’’ demikian hasil riset Samuel Sekuritas yang diterbitkan, Jumat (8/9/2023).
Dikatakan, angka TP Rp 2.100 tersebut merefleksikan 25.2x PE FY24F, yaitu berada di -0.5 SD rata-rata PE 5 tahun terakhir,’’ demikian hasil riset Samuel Sekuritas yang diterbitkan, Jumat (8/9/2023).
Terkait penjualan, Samuel memperkirakan, mayoritas segmen bisnis KLBF akan terus bertumbuh hingga akhir tahun, sehingga total penjualan perusahaan akan tumbuh 8,2%. year on year.
Baca Juga
Merdeka Copper (MDKA) Optimistis Tembaga Tujuh Bukit Beroperasi 2026
‘’Kami memperkirakan pertumbuhan penjualan tertinggi akan dicatatkan oleh segmen obat resep (24,8% YoY), terutama setelah akuisisi Sanofi Indonesia yang akan turut meningkatkan kontribusi segmen tersebut,’’ ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan, hanya segmen consumer health yang penjualannya diperkirakan turun 4,2%, akibat melemahnya permintaan vitamin dan suplemen. di tengah pelemahan daya beli masyarakat akibat inflasi.
Sedangkan dari sisi bottom line, walaupun angka full-yearnya diproyeksikan cenderung flat atau hanya naik 0,5% yoy yang diakibatnya provisi inventory terkait Covid-19 sebesar Rp 50,6 miliar di semester I-2023, serta rugi kurs Rp Rp 60,6 miliar juga di semester I-2023, Pebe optimistis KLBF dapat mencetak pertumbuhan laba bersih hingga dua digit tahun 2024 dengan proyeksi pertumbuhan 15%, seiring selesainya pencatatan provisi dan stabilisasi kurs.

