Antonius Herman Azwar Resmi Jadi Direktur Utama KPEI Periode 2026-2030
JAKARTA, investortrust.id – PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) menetapkan Antonius Herman Azwar sebagai Direktur Utama untuk periode 2026-2030 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS Tahunan) yang digelar pada Senin (22/6/2026).
RUPS tersebut juga menyetujui susunan Direksi KPEI periode 2026-2030, yakni Satya Birawa sebagai Direktur Kliring, Penjaminan, dan Pengawasan, Irmawati sebagai Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Proyek, serta Ignatius Denny Wicaksono sebagai Direktur Keanggotaan, Riset, dan Dukungan Bisnis.
Manajemen KPEI menyebutkan bahwa pengangkatan direksi baru ini sejalan dengan penguatan struktur organisasi perseroan melalui penambahan direktorat baru dan penyesuaian fungsi kerja untuk mendukung pengembangan bisnis serta layanan yang semakin kompleks.
Baca Juga
UU P2SK: BI, Kemenkeu, dan Danantara Berpotensi Jadi Pemegang Saham BEI
Pada periode kepengurusan 2026-2030, KPEI menargetkan transformasi peran sebagai central counterparty (CCP) dari sekadar penyedia layanan kliring menjadi pusat layanan kliring, manajemen risiko, dan pengelolaan agunan (collateral management hub) yang terintegrasi dengan pasar keuangan domestik, regional, hingga global.
Transformasi tersebut diharapkan memperkuat fondasi pasar keuangan nasional melalui optimalisasi pengelolaan risiko dan agunan lintas pasar, sekaligus meningkatkan likuiditas, arus modal, dan daya saing pasar keuangan Indonesia.
Selain mengangkat jajaran direksi baru, pemegang saham juga menyetujui laporan tahunan dan laporan keuangan Perseroan tahun buku 2025 yang mencatatkan pertumbuhan kinerja operasional dan keuangan.
KPEI membukukan pendapatan sebesar Rp 949,55 miliar pada 2025 atau tumbuh 36,21%, dibandingkan tahun sebelumnya. Perseroan juga mencatat laba bersih sebesar Rp 262,22 miliar atau naik 75,79% secara tahunan dan menjadi laba tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Adapun nilai ekuitas mencapai Rp 2,81 triliun atau naik 11,77% dibandingkan 2024.
Baca Juga
Rata-rata nilai transaksi harian bursa (RNTH) sepanjang 2025 mencapai Rp 18,07 triliun, meningkat 40,64% dibandingkan tahun sebelumnya. Sejalan dengan itu, KPEI mencatat nilai penyelesaian transaksi sebesar Rp5,47 triliun dengan tingkat efisiensi transaksi mencapai 63,34%.
Pada layanan lainnya, nilai transaksi Pinjam Meminjam Efek (PME) mencapai Rp118,90 miliar, sedangkan transaksi Triparty Repo tercatat sebesar Rp544,98 miliar. Sementara itu, layanan kliring transaksi Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk (EBUS) melalui Electronic Bond Clearing System Penyelenggara Pasar Alternatif (e-BOCS PPA) membukukan nilai transaksi Rp178,29 triliun dengan total 2.838 transaksi sepanjang 2025.
