Eks Bos KPEI Iding Pardi Ditunjuk Jadi Direktur Pengembangan BEI, Ini Profil Lengkapnya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Iding Pardi ditetapkan sebagai Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2026-2030. Dalam susunan direksi baru tersebut, Iding akan menggantikan Jeffrey Hendrik yang sebelumnya menjabat Direktur Pengembangan dan kini dipercaya menjadi Direktur Utama BEI untuk periode yang sama.
Sebelum bergabung ke jajaran direksi BEI, Iding menjabat sebagai Direktur Utama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) sejak Juni 2022. Ia diangkat berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan KPEI untuk masa jabatan 2022-2026.
Pria kelahiran 1975 itu bukan sosok baru di lingkungan KPEI. Ia mengawali kariernya di lembaga kliring dan penjaminan tersebut pada 1999 sebagai Staf Pemantauan Risiko. Kariernya kemudian terus menanjak dengan menduduki sejumlah posisi strategis, mulai dari Kepala Unit Pengkajian dan Pengembangan Bisnis pada 2005-2013, Kepala Divisi Riset dan Pengembangan Bisnis pada 2013 hingga pertengahan 2018, Direktur II KPEI pada 2018-2022, hingga akhirnya dipercaya menjadi Direktur Utama KPEI.
Iding merupakan lulusan Sarjana Administrasi Niaga Universitas Indonesia (UI) pada 1998. Ia kemudian melanjutkan pendidikan Magister Manajemen di universitas yang sama dan meraih gelar tersebut pada 2006.
Selama lebih dari 20 tahun berkarier di industri pasar modal, Iding dikenal memiliki pengalaman yang kuat dalam pengembangan infrastruktur pasar keuangan, manajemen risiko, serta pengembangan produk dan layanan pasar modal. Ia juga terlibat dalam berbagai inisiatif penguatan fungsi lembaga kliring dan pengembangan Central Counterparty (CCP) yang menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas dan efisiensi pasar keuangan Indonesia.
Baca Juga
Direktur Utama KPEI Iding Pardi Terpilih Jadi Calon Direktur Pengembangan BEI
Dalam ringkasan profil eksekutifnya, Iding disebut memiliki kombinasi pengalaman kepemimpinan strategis, pemahaman mendalam mengenai market infrastructure, pengembangan pasar, penguatan operasional, serta pemahaman terhadap regulasi dan praktik terbaik internasional. Pengalaman tersebut dinilai relevan untuk mendukung pengembangan Bursa Efek Indonesia di tengah meningkatnya kompleksitas dan kebutuhan pasar modal nasional.
Sebagai Direktur Pengembangan BEI, Iding diharapkan dapat berperan dalam memperkuat daya saing pasar modal Indonesia, memperluas basis investor dan emiten, serta mendorong pengembangan produk dan layanan baru yang mendukung pendalaman pasar keuangan domestik.
Sebelumnya, dalam visi kepemimpinannya di pasar modal, Iding menekankan pentingnya membangun bursa yang berintegritas, bertumbuh, resilien, dan dipercaya sebagai pilar pembentukan modal bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menurutnya, kepercayaan pasar, kualitas pertumbuhan, ketahanan infrastruktur, serta kesiapan organisasi menjadi fondasi utama bagi pengembangan bursa yang semakin kredibel di tingkat regional maupun global.

