Saham Kalbe Farma (KLBF) Tawarkan Peluang Kenaikan 55%, Intip Sejumlah Faktor Pendorong Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Prospek jangka panjang PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) tetap menarik, meski menghadapi tekanan margin akibat kenaikan biaya bahan baku dan pelemahan rupiah. Prospek tersebut didukung industri farmasi Indonesia tetap positif ke depan sejalan dengan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan.
Hal ini mendorong Phillip Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham KLBF dengan target harga Rp 1.100 atau mencerminkan potensi kenaikan hampir 55% dari level saat ini.
Analis Phillip Sekuritas Helen mengatakan, prospek industri farmasi Indonesia tetap positif dalam jangka panjang. Hal ini didukung peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, dukungan demografi yang menguntungkan, serta berbagai program kesehatan pemerintah menjadi pendorong utama pertumbuhan sektor ini.
Baca Juga
Laba Kalbe Farma (KLBF) Naik 15,3% di 2025, Penjualan Tembus Rp35,32 Triliun
Permintaan terbesar masih berasal dari produk obat resep dan obat bebas (over-the-counter/OTC). Selain itu, Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang telah mencakup sekitar 99,3% populasi Indonesia per Oktober 2025 ikut mendukung pertumbuhan konsumsi obat generik.
“Di tengah tantangan volatilitas nilai tukar dan kenaikan biaya bahan baku impor, Kalbe Farma telah melakukan sejumlah langkah mitigasi, termasuk mengamankan pasokan bahan baku dan melakukan diversifikasi eksposur mata uang impor. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu meredam dampak tekanan biaya dalam jangka pendek,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Hal ini mendorong Phillip Sekuritas untuk tetap mempertahankan rekomendasi beli saham KLBF dengan target harga Rp 1.100 per saham. Target harga ini menggunakan metode discounted cash flow (DCF). Rekomendasi ini juga didukung oleh posisi Kalbe Farma sebagai perusahaan farmasi terbesar di Indonesia, kepemimpinan pasar pada segmen obat resep dan kesehatan konsumen, jaringan distribusi farmasi yang luas di seluruh Indonesia, serta portofolio produk dan kekuatan merek yang kuat.
Baca Juga
MSCI Turunkan Penilaian Information Flow Indonesia, Status Emerging Market Tetap Aman
Terkait kinerja keuangan kuartal I-2026, Kalbe Farma (KLBF) membukukan pendapatan sebesar Rp 9,7 triliun atau tumbuh 10,1% secara tahunan (year-on-year/YoY). Realisasi tersebut setara 25,5% dari proyeksi pendapatan tahun 2026 dan menunjukkan laju pertumbuhan yang masih sehat.
Meski mencatat pertumbuhan pendapatan yang kuat, profitabilitas perusahaan masih menghadapi tekanan. Beban pokok penjualan meningkat 15,5% YoY akibat kenaikan biaya bahan baku, sehingga laba bruto hanya tumbuh 2,4% YoY menjadi Rp 3,7 triliun.
Margin laba bruto turun dari 41,2% menjadi 38,3% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Tekanan ini akibat harga bahan baku, depresiasi rupiah, dan perubahan bauran produk. Sedangkan laba bersih tercatat Rp1 triliun atau turun 4,4% YoY atau merefleksikan penurunan margin laba bersih dari 12,3% menjadi 10,6% pada kuartal I-2025.
