Jelang Review MSCI, Indonesia Diprediksi Pertahankan Status Emerging Market
JAKARTA, investortrust.id – Menjelang pengumuman hasil review MSCI, Indonesia dinilai masih memiliki peluang besar untuk mempertahankan status sebagai pasar berkembang (emerging market/EM). Dari sisi ukuran dan kedalaman pasar modal, Indonesia dinilai masih unggul dibandingkan Vietnam yang baru memperoleh peningkatan status ke kategori emerging market.
Pengamat pasar modal Elandry Pratama mengatakan secara fundamental pasar modal Indonesia masih memenuhi sejumlah faktor penting yang menjadi pertimbangan MSCI, mulai dari likuiditas hingga kapitalisasi pasar.
Baca Juga
Qodari Sebut Pemerintah Harus Jalankan Program MBG karena Mandat Rakyat ke Prabowo
“Menurut saya peluang Indonesia untuk tetap bertahan dalam kategori emerging market MSCI masih lebih besar. Meskipun masih ada beberapa catatan terkait market accessibility, secara umum Indonesia masih memiliki likuiditas pasar yang besar, kapitalisasi pasar yang memadai, serta peran yang cukup penting di kawasan Asia Tenggara,” kata Elandry, Rabu (18/6/2026).
Menurut dia, Vietnam dapat menjadi salah satu acuan dalam melihat posisi Indonesia. Meski Vietnam baru memperoleh status emerging market, ukuran pasar modal Indonesia masih jauh lebih besar sehingga peluang untuk tetap berada dalam kelompok emerging market dinilai masih terbuka.
“Patokan saya di market Vietnam. Nilai Vietnam yang baru masuk emerging market itu masih jauh, ribuan triliun dari kita. Jadi, batas passing grade masuk EM dan lompat ke frontier saya asumsi di area nilai Vietnam. Di luar masalah pemerintahan, saya masih optimis,” ujarnya.
Baca Juga
Menjelang pengumuman MSCI, Elandry memperkirakan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan cenderung fluktuatif karena investor menunggu kepastian terkait status Indonesia dalam klasifikasi MSCI.
“Menjelang pengumuman MSCI, IHSG berpotensi bergerak fluktuatif di kisaran 6.150–6.350 karena pelaku pasar cenderung menunggu kepastian hasil review. Selama tidak ada kejutan negatif, saya melihat market sentiment tetap relatif terjaga,” katanya.
Baca Juga
Stop MBG selama Libur Sekolah, Pemerintah Evaluasi dan Tata Ulang SPPG
Lebih lanjut, Elandry menilai risiko keluarnya dana asing dalam jumlah besar relatif terbatas apabila MSCI tetap mempertahankan status Indonesia sebagai emerging market. Sebaliknya, kepastian tersebut berpotensi mengurangi ketidakpastian dan mendukung masuknya kembali aliran modal asing ke pasar domestik.
“Untuk arus dana asing, skenario utama saya adalah tidak terjadi outflow signifikan apabila status emerging market tetap dipertahankan. Justru kepastian status tersebut dapat mengurangi ketidakpastian dan mendukung masuknya kembali capital flow asing ke pasar domestik,” tutupnya.
