Bagikan

MSCI Pertahankan Status Indonesia sebagai Emerging Market, Peluang Bangkit Terbuka

Poin Penting

MSCI tetap menempatkan pasar modal Indonesia dalam kategori emerging market.
OJK menyebut koreksi IHSG 1,98% pasca review MSCI masih tergolong normal.
Hasan Fawzi memastikan tidak ada panic selling maupun saham yang menyentuh ARB.

JAKARTA, investortrust.idMorgan Stanley Capital International (MSCI) tetap mempertahankan klasifikasi pasar modal Indonesia dalam kategori emerging market atau pasar berkembang.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan Hasan Fawzi menilai keputusan tersebut menjadi sinyal positif bahwa pasar modal Indonesia masih dipandang kredibel dan prospektif oleh investor global.

Baca Juga

Hadiah Ultah ke-82 Prajogo, Saham Didepak MSCI hingga Kekayaan Tergerus

“Pasar kita tetap dinilai baik, kredibel, dan prospektif, terbukti tidak ada penurunan klasifikasi pasar. Saat ini kita masih confirm berada di kelompok emerging market seperti sebelumnya,” ujar Hasan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (13/5/2026).

Menurut Hasan, status emerging market yang tetap dipertahankan menunjukkan reformasi integritas yang dilakukan di pasar modal mulai membuahkan hasil dan dapat menjadi fondasi penguatan pasar ke depan.

Di sisi lain, pasca Semi-Annual Index Review (SAIR) MSCI Mei 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 1,98% pada perdagangan hari ini.

Baca Juga

Net Sell Melonjak Rp 1,53 Triliun, Saham BBRI dan BMRI Diobral Pemodal Asing

Hasan menilai koreksi tersebut masih tergolong normal sebagai bagian dari proses penyesuaian pasar terhadap perubahan komposisi indeks global MSCI.

Ia mencontohkan, sejumlah negara lain yang mengalami perubahan dalam indeks global juga menghadapi fase penyesuaian serupa sebelum pasar kembali pulih secara bertahap.

“Kalau kita lihat, saham-saham yang terdampak sekalipun tidak ada satupun yang mengalami auto rejection bawah (ARB) atau menyentuh harga terbawah yang diizinkan pada hari ini. Jadi masih dalam rentang koreksi yang wajar,” jelas Hasan.

OJK bersama para pemangku kepentingan pasar modal juga mengaku telah melakukan langkah antisipatif sejak awal, baik dari sisi investor maupun emiten.

Baca Juga

Haji Isam Akuisisi Abadi Nusantara Hijau (PACK), Gelontorkan Rp 936,65 Miliar

“Kami sudah merangkul para pelaku, baik dari demand side, yaitu para investor, maupun dari supply side yakni emiten yang sudah tercatat maupun calon-calon emiten. Secara selektif kami akan memastikan semakin banyak emiten berkualitas yang hadir, mengisi, dan tercatat di BEI ke depannya,” tandas Hasan.

Selain itu, aktivitas perdagangan di pasar saham dinilai tetap stabil dari sisi frekuensi, volume, maupun nilai transaksi.

“Secara rata-rata tidak ada perbedaan. Normal dibandingkan hari-hari sebelumnya. Ini menunjukkan tidak adanya upaya panic selling atau reaksi satu arah berupa arus jual, tanpa diimbangi kekuatan pembelian. Ini juga kami konfirmasi,” pungkasnya.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024