Apexindo Pratama Duta (APEX) Raih Nominasi The Best Investortrust Companies 2026, Perkuat Posisi di Industri Pengeboran Energi Nasional
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) menjadi salah satu kandidat kuat peraih penghargaan The Best Investortrust Companies 2026, ajang apresiasi tahunan yang diselenggarakan Investortrust bagi emiten-emiten terbaik di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Perseroan masuk nominasi karena dinilai mampu menjaga pertumbuhan bisnis secara konsisten, memiliki fundamental keuangan yang kuat, profitabilitas yang terus membaik, serta posisi bisnis yang strategis di sektor energi nasional.
Didirikan pada 1984, Apexindo merupakan satu-satunya perusahaan Indonesia yang bergerak di bidang jasa pengeboran lepas pantai dan darat untuk industri minyak dan gas bumi, panas bumi, hingga coal bed methane. Dengan pengalaman lebih dari empat dekade, Perseroan telah menjadi mitra strategis berbagai perusahaan energi terkemuka seperti Pertamina, Petronas, Chevron, Total E&P Indonesie, VICO Indonesia, hingga Santos.
Saat ini, Apexindo mengoperasikan armada yang terdiri dari empat rig lepas pantai dan enam rig darat yang mendukung aktivitas pengeboran energi nasional. Perseroan juga terus memperkuat kapasitas operasional dan diversifikasi layanan guna meningkatkan daya saing di tengah dinamika industri migas global.
Baca Juga
Apexindo (APEX) Raih Kontrak Baru, Sahamnya Disebut bisa ke Level Ini
Kinerja keuangan APEX sepanjang 2025 menunjukkan perbaikan yang signifikan. Perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar US$84,24 juta, dengan mayoritas kontribusi berasal dari jasa pengeboran sebesar US$80,85 juta. Dari sisi pelanggan, PT Pertamina Hulu Mahakam menjadi kontributor utama pendapatan Perseroan dengan nilai mencapai US$80,56 juta. Hal ini mencerminkan kuatnya kepercayaan industri energi nasional terhadap kapabilitas operasional Apexindo.
Perseroan juga berhasil mencatat lonjakan laba bersih yang sangat signifikan. Hingga akhir 2025, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$4,06 juta atau melonjak 647,66% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$542 ribu.
Selain peningkatan profitabilitas, struktur bisnis Perseroan juga tetap solid dengan total aset mencapai US$262,45 juta, yang terdiri dari liabilitas sebesar US$193,42 juta dan ekuitas sebesar US$69,03 juta.
Komisaris Utama APEX, Irawan Sastrotanojo, menilai direksi telah berhasil menjalankan strategi bisnis secara efektif sepanjang 2025, termasuk dalam realisasi kontrak-kontrak pengeboran dan pengembangan diversifikasi usaha.
Baca Juga
Apexindo (APEX) Lagi-Lagi Raih Kontrak Baru dari Pertamina, Nilainya Segini
Menurutnya, langkah Perseroan untuk mulai memperluas layanan ke sektor well services menjadi strategi penting guna menjaga keberlanjutan bisnis di tengah persaingan industri pengeboran yang semakin kompetitif.
“Upaya diversifikasi bisnis dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian untuk menjamin keberlangsungan usaha Perseroan,” ujarnya dalam laporan tahunan perseroan dikutip Senin (18/5/2026).
Di tengah meningkatnya tensi geopolitik global dan potensi lonjakan harga energi dunia, Apexindo dinilai berada pada posisi strategis untuk mendukung agenda ketahanan energi nasional. Pemerintah Indonesia sendiri terus mendorong peningkatan produksi migas domestik sebagai bagian dari program kemandirian energi nasional.
SKK Migas pada 2026 juga menjalankan strategi “Triple 100” yang mencakup target pengeboran 100 sumur eksplorasi, 100 sumur di struktur baru, serta 100 sumur dengan teknik multi-stage fracturing untuk memperkuat aktivitas hulu migas nasional.
Dengan pengalaman lebih dari 40 tahun, armada yang terintegrasi, serta rekam jejak operasional yang kuat, Apexindo optimistis dapat mengambil bagian dalam mendukung peningkatan produksi energi nasional.
Dewan Komisaris menilai prospek usaha dan rencana kerja Perseroan pada 2026 tetap realistis dan menjanjikan, terutama seiring meningkatnya kebutuhan energi domestik dan peluang aktivitas pengeboran baru di sektor hulu migas Indonesia.
Dengan kombinasi pengalaman panjang, fundamental bisnis yang terus membaik, serta peluang pertumbuhan dari agenda ketahanan energi nasional, APEX dinilai memiliki prospek yang kuat untuk melanjutkan tren pertumbuhan berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang.
Ajang The Best Investortrust Companies 2026 mengusung tema Indonesia's Capital Market Leaders in the Age of Fiscal Discipline, Governance Reform, and Geopolitical Risk. Penilaian dilakukan berdasarkan delapan indikator utama, yakni return saham satu tahun, volatilitas, likuiditas perdagangan, pertumbuhan penjualan dan laba operasi tiga tahun, margin operasional, asset turnover, danreturn on equity (ROE).
Selain aspek keuangan, penjurian mempertimbangkan tata kelola perusahaan, transparansi, keterbukaan informasi, serta kemampuan emiten menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.
Dari total 967 emiten di BEI, hanya 279 emiten atau sekitar 28,9% yang lolos tahap awal seleksi. Seleksi kemudian diperketat lagi melalui sejumlah indikator tambahan sehingga hanya 84 emiten yang berhasil melaju ke tahap lanjutan.
Rangkaian penjurian berlangsung sepanjang April hingga Mei 2026, mulai dari proses nominasi, polling pelaku pasar, wawancara, hingga rapat final dewan juri. Acara puncak penghargaan dijadwalkan berlangsung pada akhir Mei 2026.

