Perkuat Ekosistem Mobilitas dan Logistik Nasional, Adi Sarana Armada (ASSA) Masuk Nominasi The Best Investortrust Companies 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) menjadi salah satu kandidat kuat peraih penghargaan The Best Investortrust Companies 2026, ajang apresiasi tahunan yang diselenggarakan Investortrust bagi emiten-emiten terbaik di Bursa Efek Indonesia (BEI).
ASSA masuk dalam nominasi karena dinilai mampu menjaga pertumbuhan bisnis secara konsisten, memiliki fundamental keuangan yang solid, profitabilitas yang terus meningkat, serta posisi kas yang sehat di tengah dinamika industri transportasi dan logistik nasional.
Sebagai perusahaan yang dikenal luas melalui brand ASSA Rent, perseroan terus memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam ekosistem mobilitas terintegrasi di Indonesia. Tidak hanya bergerak di bisnis rental kendaraan, ASSA kini berkembang menjadi perusahaan berbasis ekosistem yang mencakup logistik, distribusi, kendaraan bekas, lelang otomotif, hingga teknologi transportasi digital.
Kinerja perseroan sepanjang tahun buku 2025 menunjukkan pertumbuhan yang impresif. ASSA berhasil membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp6 triliun atau tumbuh 21% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut ditopang kontribusi positif hampir dari seluruh lini bisnis perseroan.
Laba bersih ASSA juga melonjak signifikan sebesar 81% secara tahunan menjadi Rp596,6 miliar dibandingkan Rp330,1 miliar pada tahun sebelumnya. Capaian tersebut mencerminkan keberhasilan perseroan dalam menjaga momentum ekspansi bisnis sekaligus meningkatkan efisiensi operasional secara berkelanjutan.
Baca Juga
Hadapi 2026 dengan Penuh Kehati-hatian, Ini Strategi Bisnis Adi Sarana (ASSA)
Segmen logistik menjadi motor utama pertumbuhan perseroan dengan kontribusi sebesar 44% terhadap total pendapatan. Melalui unit bisnis Cargoshare dan Anteraja, ASSA mencatatkan pendapatan logistik sebesar Rp2,7 triliun atau tumbuh 39% secara tahunan.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin kuatnya posisi ASSA sebagai penyedia solusi end to end logistics di Indonesia, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan distribusi dan layanan logistik berbasis teknologi.
Perseroan juga terus memperkuat layanan cold chain logistics melalui pembangunan gudang cold storage terbesar Coldspace di kawasan Pulogadung. Langkah ini dinilai strategis untuk menangkap peluang pertumbuhan distribusi produk makanan, farmasi, dan kebutuhan rantai dingin lainnya.
Di sisi lain, segmen rental kendaraan tetap menjadi salah satu fondasi bisnis utama perseroan dengan pendapatan mencapai Rp2 triliun. Ketahanan bisnis rental ASSA didukung basis pelanggan yang terdiversifikasi dari berbagai sektor industri sehingga tidak bergantung pada satu segmen tertentu.
Ekosistem kendaraan bekas ASSA juga mencatatkan pertumbuhan yang positif. Melalui anak usaha PT Autopedia Sukses Lestari Tbk, segmen penjualan mobil bekas membukukan pendapatan Rp1,1 triliun atau tumbuh 23% secara tahunan. Sementara unit bisnis lelang JBA turut menyumbang pendapatan sebesar Rp260,8 miliar sepanjang 2025.
Direktur Utama ASSA, Prodjo Sunarjanto, mengatakan perseroan akan terus melanjutkan ekspansi usaha dan memperkuat efisiensi operasional guna menjaga keberlanjutan pertumbuhan kinerja. “ASSA akan terus melanjutkan ekspansi serta meningkatkan efisiensi operasional untuk menjaga momentum pertumbuhan secara berkelanjutan,” ujarnya dikutip Senin (18/5/2026).
Baca Juga
Adi Sarana (ASSA) Lanjutkan Pertumbuhan, Potensi Kenaikan Saham 71%
Dalam bisnis rental armada, Perseroan juga melakukan peremajaan armada secara bertahap melalui penambahan unit baru dengan menjaga jumlah armada di kisaran 29.000 hingga 30.000 unit.
Tidak hanya fokus pada ekspansi bisnis konvensional, ASSA juga mempercepat transformasi digital melalui pengembangan Transportation Management System (TMS). Perseroan menargetkan integrasi layanan logistik yang lebih menyeluruh guna meningkatkan efisiensi distribusi dan memberikan solusi berbasis teknologi bagi pelanggan.
Untuk mendukung strategi tersebut, perseroan berencana memperluas kegiatan usaha ke bidang pengembangan perangkat lunak, sistem komunikasi data, hingga layanan berbasis Internet of Things (IoT). Langkah ini diyakini akan memperkuat daya saing ASSA sebagai perusahaan logistik dan mobilitas modern berbasis teknologi.
Dengan strategi ekspansi yang agresif namun terukur, penguatan ekosistem bisnis terintegrasi, serta kemampuan adaptasi terhadap perkembangan industri digital, ASSA dinilai memiliki prospek pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang.
Ajang The Best Investortrust Companies 2026 mengusung tema Indonesia's Capital Market Leaders in the Age of Fiscal Discipline, Governance Reform, and Geopolitical Risk. Penilaian dilakukan berdasarkan delapan indikator utama, yakni return saham satu tahun, volatilitas, likuiditas perdagangan, pertumbuhan penjualan dan laba operasi tiga tahun, margin operasional, asset turnover, danreturn on equity (ROE).
Selain aspek keuangan, penjurian mempertimbangkan tata kelola perusahaan, transparansi, keterbukaan informasi, serta kemampuan emiten menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.
Dari total 967 emiten di BEI, hanya 279 emiten atau sekitar 28,9% yang lolos tahap awal seleksi. Seleksi kemudian diperketat lagi melalui sejumlah indikator tambahan sehingga hanya 84 emiten yang berhasil melaju ke tahap lanjutan.
Rangkaian penjurian berlangsung sepanjang April hingga Mei 2026, mulai dari proses nominasi, polling pelaku pasar, wawancara, hingga rapat final dewan juri. Acara puncak penghargaan dijadwalkan berlangsung pada akhir Mei 2026.

