Jadi Kandidat Kuat The Best Investortrust Companies 2026, DCI Indonesia (DCII) Perkuat Posisi sebagai Raja Data Center Nasional
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menjadi salah satu kandidat kuat peraih penghargaan The Best Investortrust Companies 2026, ajang apresiasi tahunan yang diselenggarakan Investortrust untuk emiten-emiten terbaik di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Emiten pusat data (data center) dan infrastruktur digital yang didirikan oleh Otto Toto Sugiri dan sering disebut Bill Gates-nya Indonesia ini dinilai berhasil menunjukkan konsistensi pertumbuhan bisnis, profitabilitas yang solid, serta posisi strategis di tengah meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital nasional.
Kinerja keuangan perseroan sepanjang 2025 mencerminkan momentum pertumbuhan yang kuat. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, DCII membukukan pendapatan sebesar Rp 2,54 triliun, tumbuh 40,14% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 1,81 triliun.
Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh bisnis layanan colocation yang menjadi tulang punggung pendapatan perseroan. Segmen ini mencatat pendapatan Rp 2,36 triliun atau sekitar 92,8% dari total pendapatan perusahaan pada 2025, meningkat 38,73% secara tahunan.
Baca Juga
Sementara itu, lini layanan lainnya juga menunjukkan pertumbuhan impresif. Pendapatan dari layanan non colocation mencapai Rp 181,8 miliar, melonjak 61,46% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 112,6 miliar. Hal ini menunjukkan kemampuan DCII dalam memperluas diversifikasi layanan dan memperkuat ekosistem infrastruktur digital yang dimiliki.
Di tengah ekspansi bisnis dan peningkatan kapasitas operasional, perseroan tetap mampu menjaga kinerja profitabilitas secara sehat. Laba bersih DCII pada 2025 tercatat mencapai Rp 1 triliun, meningkat 25,74% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 796,82 miliar.
Pertumbuhan tersebut turut mendorong kenaikan laba per saham (EPS) menjadi Rp 420 per lembar saham. Dengan posisi sebagai salah satu pemain utama industri data center nasional, saham DCII juga terus mendapat perhatian pelaku pasar dan investor institusi.
Kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang perseroan tercermin dari struktur kepemilikan saham yang diisi sejumlah tokoh bisnis nasional. Selain Otto Toto Sugiri dengan kepemilikan sekitar 29,9%, saham DCII juga dimiliki Marina Budiman 22,51%, Han Arming Hanafia 14,11%, serta Anthoni Salim 11,12%.
Seiring percepatan transformasi digital di Indonesia, kebutuhan terhadap layanan data center diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Posisi DCII sebagai salah satu operator data center terbesar di Indonesia dinilai memberikan peluang besar bagi perseroan untuk mempertahankan pertumbuhan berkelanjutan.
Baca Juga
Hingga September 2025, DCI Indonesia (DCII) Cetak Lompatan Laba Atribusi 83,53%
Ajang The Best Investortrust Companies 2026 sendiri mengusung tema Indonesia's Capital Market Leaders in the Age of Fiscal Discipline, Governance Reform, and Geopolitical Risk. Penilaian dilakukan berdasarkan delapan indikator utama, antara lain return saham satu tahun, volatilitas, likuiditas perdagangan, pertumbuhan penjualan dan laba operasi tiga tahun, margin operasional, asset turnover, dan return on equity (ROE).
Selain kinerja keuangan, proses penjurian juga mempertimbangkan aspek tata kelola perusahaan, transparansi, keterbukaan informasi, serta kemampuan emiten menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.
Dari total 967 emiten yang tercatat di BEI, hanya 279 emiten atau sekitar 28,9% yang lolos tahap awal seleksi. Proses penyaringan kemudian diperketat hingga menyisakan 84 emiten terbaik yang melaju ke tahap lanjutan penjurian.
Rangkaian penjurian berlangsung sepanjang April hingga Mei 2026 melalui proses nominasi, polling pelaku pasar, wawancara, hingga rapat final dewan juri. Puncak penghargaan The Best Investortrust Companies 2026 dijadwalkan berlangsung pada akhir Mei 2026.

