Tempo Scan (TSPC) Masuk Nominasi Peraih ‘The Best Investortrust Companies 2026’
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) masuk nominasi peraih penghargaan The Best Investortrust Companies 2026, ajang apresiasi tahunan yang diselenggarakan Investortrust untuk emiten-emiten terbaik di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Emiten farmasi dan consumer goods tersebut masuk nominasi karena mampu menjaga pertumbuhan bisnis secara konsisten, memiliki fundamental keuangan yang sehat, profitabilitas yang stabil, serta posisi bisnis yang kuat di industri kesehatan dan produk konsumen nasional.
Berdasarkan data Investing.com, kapitalisasi pasar Tempo Scan Pacific mencapai sekitar Rp10,9 triliun, menjadikannya salah satu emiten sektor kesehatan dan consumer goods dengan posisi cukup solid di pasar modal Indonesia.
Selain aktif diperdagangkan di BEI, TSPC dikenal memiliki volatilitas saham yang relatif terjaga dibanding banyak emiten sektor konsumsi lainnya. Hal tersebut menjadi salah satu poin penting dalam metodologi penilaian The Best Investortrust Companies 2026 yang menekankan aspek return saham, likuiditas perdagangan, serta stabilitas fundamental perusahaan.
Baca Juga
Tempo Scan (TSPC) Bagikan Dividen Interim Rp 112,74 Miliar, Simak Jadwal Ini
TSPC tahun lalu mencetak laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,41 triliun, turun 2,82% dari Rp1,44 triliun pada 2024. Laporan publikasi perseroan menyebutkan, penjualan bersih TSPC mencapai Rp14,05 triliun pada 2025, naik tipis 2,56% dari Rp13,65 triliun pada tahun 2024.
Penyumbang terbesar penjualan TSPC pada 2025 dari pasar domestik, sebesar Rp13,43 triliun atau sekitar 95,95% dari total penjualan perseroan. Penjualan ekspor hanya mengontribusi Rp565,95 miliar.
Beban pokok penjualan TSPC juga naik 2,39% menjadi Rp8,68 triliun pada 2025, dibanding Rp8,47 triliun tahun sebelumnya. Laba kotor emiten farmasi ini masih tumbuh 2,83% menjadi Rp5,32 triliun.
TSPC memiliki total aset Rp13.08 triliun pada 2025, naik 4,77% dari Rp12,48 triliun pada 2024, dengan liabilitas dan ekuitas masing-masing Rp3,42 triliun dan Rp9,66 triliun.
Kecuali dari sisi keuangan, TSPC dinilai memiliki model bisnis yang defensif dan terdiversifikasi. Perseroan memiliki portofolio kuat di sektor farmasi, produk kesehatan, kosmetik, hingga consumer goods dengan berbagai merek yang sudah dikenal luas masyarakat Indonesia.
Beberapa produk unggulan Tempo Scan antara lain Bodrex, Hemaviton, Oskadon, Marina, My Baby, dan Nourish Skin. Diversifikasi produk tersebut membuat kinerja perusahaan relatif lebih stabil di tengah perubahan siklus ekonomi.
Keunggulan lainnya adalah jaringan distribusi yang luas dan terintegrasi di seluruh Indonesia. TSPC memiliki kemampuan distribusi yang kuat sehingga mendukung penetrasi pasar hingga berbagai daerah.
Perseroan pun dinilai konsisten menjaga tata kelola perusahaan dan transparansi kepada investor melalui publikasi laporan keuangan, laporan tahunan, dan keterbukaan informasi secara berkala.
Dari sisi valuasi, price to earnings ratio (PER) TSPC berada di kisaran 6-7 kali dengan price to book value (PBV) sekitar 1,1 kali. Valuasi tersebut dinilai relatif menarik dibanding sejumlah emiten sektor kesehatan dan consumer goods lain di BEI, terutama mengingat stabilitas laba dan posisi kas perusahaan yang kuat.
Baca Juga
Tempo Scan (TSPC) Ungkap Kenaikan Laba 23% hingga Aksi Pengendali Borong Saham di 2024
Ajang The Best Investortrust Companies 2026 mengusung tema Indonesia's Capital Market Leaders in the Age of Fiscal Discipline, Governance Reform, and Geopolitical Risk. Penilaian dilakukan berdasarkan delapan indikator utama, seperti return saham satu tahun, volatilitas, likuiditas perdagangan, pertumbuhan penjualan dan laba operasi tiga tahun, margin operasional, asset turnover, hingga ROE.
Selain aspek keuangan, penjurian mempertimbangkan tata kelola perusahaan, transparansi, keterbukaan informasi, serta kemampuan emiten menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.
Dari total 967 emiten di BEI, hanya 279 emiten atau sekitar 28,9% yang lolos tahap awal seleksi. Seleksi kemudian diperketat lagi melalui sejumlah indikator tambahan sehingga hanya 84 emiten yang berhasil melaju ke tahap lanjutan.
Rangkaian penjurian berlangsung sepanjang April hingga Mei 2026, dari proses nominasi, polling pelaku pasar, wawancara, hingga rapat final dewan juri. Acara puncak penghargaan dijadwalkan berlangsung pada akhir Mei 2026.

